HUBUNGAN ANTARA FAMILY FUNCTIONING DAN SELF-DISCLOSURE PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA TUNGGAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA FAMILY FUNCTIONING DAN SELF-DISCLOSURE PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA TUNGGAL


Pengarang

SILVIA ANINDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mirza - 198107312008121001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1607101130030

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

155.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Orangtua tunggal memiliki peran ganda yang berpengaruh terhadap interaksi dan komunikasi antar anggota keluarga. Interaksi dan komunikasi yang tidak terjalin dengan baik di dalam keluarga akan mengakibatkan terjadinya penurunan kepercayaan dan kedekatan remaja terhadap orangtua tunggal, yang berakibat pada keterbukaan diri (self-disclosure). Kurangnya keterbukaan remaja akan berdampak dan mengarah ke perilaku bermasalah. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan self-disclosure pada remaja, yaitu dengan menciptakan family functioning yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara family functioning dan self-disclosure pada remaja dengan orangtua tunggal. Sebanyak 80 remaja dengan orangtua tunggal di Banda Aceh terlibat dalam penelitian yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan alat ukur Family Assessment Device dan Revised Self-Disclosure Scale. Hasil analisis korelasi menunjukkan family functioning berhubungan dengan self disclosure, teutama pada dimensi intent to disclose (p=0.009, r=-0,289) dan positive-negative nature of disclosure (p=0,001, r=-0,365). Akan tetapi, family functioning tidak menunjukkan hubungan dengan amount of disclosure (p=0.086, r=-0.193), general depth-control of disclosure (p=0,481, r=-0,080), dan honesty-accuracy of disclosure (p=0,249, r=-0,130).
Kata kunci : family functioning, self-disclosure, remaja, orangtua tunggal

Single parents have multiple roles that affect the interaction and communication between family members. Interaction and communication that are not well-established in the family will result trust and closeness decreased of adolescents to single parents, which results in self-disclosure. Lack of openness or candor of adolescents will have an impact and lead to problematic behavior. One thing that can be done to increase self-disclosure in adolescents is by creating an effective family function. This study aims to determine the relationship between family functioning and self-disclosure in adolescents with single parents. A total of 80 adolescents with single parents in Banda Aceh were involved in the study which were selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Family Assessment Device and Revised Self-Disclosure Scale. Correlation Analysis results show that family functioning is related to self-disclosure, especially on the dimensions of intent to disclose (p=0.009, r=-0.289) and positive-negative nature of disclosure (p=0.001, r=-0.365). However, family functioning does not show a relationship with the amount of disclosure (p=0.086, r=-0.193), general depth-control of disclosure (p=0.481, r=-0.080), and honesty-accuracy of disclosure (p=0.249, r=-0.130). Keywords: family functioning, self-disclosure, adolescents, single parents

Citation



    SERVICES DESK