UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUAH SALAK (SALACCA ZALACCA (GAERT.) VOSS) YANG BERASAL DARI DAERAH ACEH BESAR DAN SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUAH SALAK (SALACCA ZALACCA (GAERT.) VOSS) YANG BERASAL DARI DAERAH ACEH BESAR DAN SABANG


Pengarang
Dosen Pembimbing

Zumaidar - 197201291997022001 - Dosen Pembimbing I
Nurhaida - 197003301999032005 - Dosen Pembimbing II
Yunita - 198006072005012001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1708104010004

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA (S1)., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia kaya akan salak unggul seperti Salacca zalacca dengan jumlah produksi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salak mempunyai beberapa senyawa kimia antara lain polifenol, flavonoid, flavanol, asam askorbat dan tanin. Senyawa yang mengandung polifenol memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menguji perbedaan aktivitas antioksidan ekstrak metanol buah salak (Salacca zalacca (Gaert.) Voss) Aceh Besar (Desa Teuladan dan Lampaseh Krueng) dan Sabang (Desa Balohan) menggunakan metode DPPH (1,1difenil-2-pikrilhidrazil). Dalam penelitian ini, vitamin C digunakan sebagai standar. Ekstrak metanol buah salak Aceh Besar (Desa Teuladan dan Lampaseh Krueng) dan Sabang (Desa Balohan) memiliki nilai half-maximal Inhibitiory Concentration (IC50) berturut-turut sebesar 9,27 ppm, 9,73 ppm, dan 10,9 ppm, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 sebesar 8,71 ppm. Berdasarkan nilai IC50, dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol buah salak yang tumbuh di daerah Aceh Besar menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi dibanding salak yang tumbuh di daerah Sabang.

Kata kunci : Salacca zalacca (Gaertn.) Voss, antioksidan, DPPH, polifenol

Indonesia superior in salak productions which increasing number year by year. Salak has several chemical compounds, including polyphenols, flavonoids, flavanols, ascorbic acid and tannins. Compounds containing polyphenols have antioxidant activity. The purpose of this study was to examine differences in the antioxidant activity of the methanolic extract of salak (Salacca zalacca (Gaert.) Voss) Aceh Besar (Lampaseh Krueng and Teuladan) and Sabang (Balohan) using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method. In this study, vitamin C was used as the standard. The methanol extract of salak Aceh Besar (Teuladan and Lampaseh Krueng) and Sabang (Balohan) had a half-maximal Inhibitory Concentration (IC50) value of 9.27 ppm, 9.73 ppm, and 10.9 ppm respectivly, while vitamin C had an IC50 value of 8.71 ppm. Based on the IC50 value, it can be concluded that the methanolic extract of salak fruit growing in the Aceh Besar area shows higher antioxidant activity compared to salak growing in Sabang areas. Keywords : Salacca zalacca (Gaertn.) Voss, antioxidants, DPPH, polyphenol

Citation



    SERVICES DESK