Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SIMULASI MODEL PERPINDAHAN PANAS PADA EVAPORATOR MESIN PENDINGIN SISTEM KOMPRESI UAP UNTUK PENYTIMPANAN SAYURAN
Pengarang
Munawwar Khalil - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0251610043
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2007
Bahasa
Indonesia
No Classification
536.2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Produk pertanian yang telah dipanen masih melakukan aktivitas metabolisme yaitu respirasi. Proses respirasi adalah proses pernafasan tumbuhan yang menyebabkan pemecahan molekul kompleks menjadi sederhana, Proses respirasi ini berdampak negatif pada produk pertanian karena produk pertanian akan matang dengan cepat dan membusuk. Oleh sebab itu masa simpan dari produk pertanian akan berkurang. Untuk mengatasi masalah ini dibuat mesin pendingin. Penyimpanan pada suhu dingin akan menghambat laju respirasi. Mesin pendingin yang paling sering digunakan untuk produk pertanian menggunakan sistem kompresi uap. Komponen yang paling berperan terhadap penurunan suhu di dalam sistem ini adalah evaporator. Untuk mendesain evaporator yang baik., prinsip perpindahan panas harus diketahui dengan seksama. Sehingga akan diperoleh desain mesin yang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan model-model perpindahan panas untuk menentukan bilangan Reynold udara dengan R-134a, koefisien perpindahan panas menyeluruh, panjang evaporator, jumlah baris dan elbow pada evaporator serta penurunan tekanan di dalam pipa evaporator. Dengan menggunkan metode simulasi, akan di dapatkan suatu sistem pendinginan kompresi uap yang optimal.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa, semakin besar masa produk yang akan didinginkan, maka akan semakin besar beban peodinginan yang dihasilkan. Simulasi yang dliakukan pada sampel produk buncis kering (Phaseolus sp.L) menunjukkan pada saat massa produk 700 kg, maka beban pendinginanoya adalah 1,732 kW, panjang evaporator 20,088 meter, jumlah baris dan elbow 9 dan 8 buah. Serta penurunan tekanan yang terjadi 2 1,1 kPa Peningkatan massa akan meniogkatkan beban pendinginan. Pads saat massa menjadi 2000 kg, maka beban pendinginannya menjadi 4,947 kW, panjang evaporator 36,059 meter, jumlah baris dan elbow 17 dan 16 buah. Serta penurunan tekanan yang terjadi 25,5 kPa Perubahan diameter pipa evaporator juga akan sangat mempengaruhi desain mesin pendingin. Pada saat ukuran diameter pipa evaporator sebesar 1/8"Schedule 40, maka panjang evaporator meojadi 34,34 meter, jumlah baris dan elbow 17 dan 16 buah, serta penurunan tekanan yang terjadi sebesar 402, kPa Dengan rnenggunakan ukuran pipa yang lebih besar yaitu 3/4" Schedule 40 maka panjang evaporator yang dibutuhkan 39,39 meter, jumlah baris dan elbow 19 dan 18 buah. Serta penurunan tekanan menjadi 2,614 kPa.
Perubahan suhu evaporator yang diinginkan akan rnerubah sistem pendinginan yang ada Pada saat suhu evaporator 5oC, maka panjang evaporator yang dibutuhkan 30, 83 meter, jumlah elbow dan baris adalah 15 dan 14 bush, serta penurunan tekanan 27, 2 kPa Pada saat suhu evaporator ditingkatkan menjadi 15°C, maka panjang evaporator yang dibutuhkan menjadi 42,64 meter, jumlah baris dan elbow adalah 21 dan 20 bush, serta penurunan tekanan yang terjadi sebesar 26,02 kPa.
Perubahan suhu ambient (suhu udara ) juga akan berpengaruh pada mesin pendingin. Pada saat suhu udara 25°C, maka panjang evaporator yang dibutuhkan adalah 26,37 meter, jumlah baris dan elbow masing-masing berjumlah 13 dan 12 buah, serta penurunan tekanan yang terjadi 19,28 kPa Oengan semakin tinggi temperatur udara, maka panjang evaporator yang dibutuhkan meningkat menjadi 89,48 meter, jumlah baris dan elbow yang digunakan sebanyak 44 dan 43 buah, penurunan tekanan yang terjadi 66,42 kPa. Penggunaan kipas akan sangat mernbantu dalam memperoleh hasil yang lebih optimum. Kipas akan meningkatkan koefisien perpindahan panas konveksi udara. Pada saat kecepatan kipas sebesar 60 mis, maka panjang evaporator yang dibutuhkan 34, 56 meter, jumlah baris dan elbow yang dibutuhkan 17 dan 16 bush, serta penurunan tekanan yang terjadi 25,39 kPa. Dengan meningkatkan kecepatan kipas evaporator menjadi 140 mis, maka panjang evaporator yang dibutuhkan menjadi 26,96 meter, jumlah baris dan elbow masing-masing 13 dan 12 buah.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJI EKSPERIMENTAL UNJUK KERJARNRUANG PENDINGIN IKAN (Maimun, 2023)
PEMODELAN DAN SIMULASI PERPINDAHAN PANAS PADA PENDINGIN PROCESSOR (Mohd. Rivai, 2024)
PERENCANAAN COLD STORAGE UNTUK KAPASITAS SATU TON IKAN (ANWAR SHADAQ, 2024)
PERHITUNGAN KETEL UAP (HRSG) PADA SISTEM PEMBANGKIT UAP TEKANAN RENDAH (Ridwan R, 2024)
ANALISA PERPINDAHAN PANAS PADA PERENCANAAN WATER JACKET COOLER UNTUK MESIN DIESEL CCM SULZER PADA PLTD SEKTOR LUENG BATA (Alexandra, 2023)