STRATEGI DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH DALAM MENGHADAPI KEBIJAKAN REFOCUSING APBA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH DALAM MENGHADAPI KEBIJAKAN REFOCUSING APBA


Pengarang

TR YORDAN S HABIB - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zahratul Idami - 197012081997022001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1410104010054

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

320.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasca di tetapkannya Covid-19 sebagai pandemi nasional, maka dibutuhkan upaya Pemerintah untuk melakukan penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional. Upaya Pemerintah dalam hal percepatan penanganan Covid-19 terdapat dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2020 Pasal 2 ayat (1) huruf i yaitu melakukan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu (refocusing), penyesuaian alokasi, dan atau pemotongan penundaan penyaluran anggaran. Serta Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang recofusing kegiatan, realokasi anggaran, juga pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Pemerintah Aceh dalam hal menindaklanjuti aturan untuk melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran di semua SKPA, menjadi sorotan pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) yang termasuk dinas yang sangat berperan dalam memajukan kualitas pendidikan dayah. Namun karena adanya refocusing terjadinya hambatan pada DPDA dalam pembangunan yang sedang dilakukan baik fisik maupun non fisik di lingkungan dayah di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan strategi DPDA dalam menghadapi refocusing APBA serta dampak adanya refocusing APBA pada DPDA. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori strategi kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh DPDA yaitu melakukan konsolidasi bersama pimpinan dayah yang mengasilkan strategi diantaranya mengurangi alokasi anggaran yang dikucurkan kesetiap dayah yang telah terdaftar di DPDA baik dayah tipe A, B, C dan D. Strategi lain yang dilakukan adalah dengan membatasi program kegiatan, hal ini dilakukan dalam rangka membantu kebijakan Pemerintah dalam upaya penyelamatan kesehatan dan perekonomian. Dampak yang terjadi dengan pengurangan alokasi anggaran berakibat pada pembangunan dayah serta terkendalanya kegiatan peningkatan mutu kualitas pendidikan dayah. Sehingga diharapkan kepada Pemerintah Aceh melalui DPDA dalam menghadapi kebijakan Refocusing hendaknya dicermati dan dilakukan pengawasan dengan baik agar tidak terjadinya tumpang tindih alokasi anggaran. Serta melakukan evaluasi terkait dampak dari kebijakan Recofusing agar tidak terjadinya penurunan kualitas terutama dari sisi kualitas pendidikan dayah, juga pembangunan dayah baik pembangunan fisik maupun non fisik.

Kata kunci: Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA), Covid-19, Refocusing.

After the stipulation of Covid-19 as a national pandemic, the Government's efforts are needed to save health and the national economy. The Government's efforts in accelerating the handling of Covid-19 are contained in Perpu Number 1 of 2020 Article 2 paragraph (1) letter i, namely prioritizing the use of budget allocations for certain activities (refocusing), adjusting allocations, and or cutting delays in budget distribution. As well as Presidential Instruction Number 4 of 2020 regarding recofusing activities, reallocating budgets, as well as procurement of goods and services in the context of accelerating the handling of Covid-19. The Aceh government, in terms of following up on regulations for refocusing activities and reallocating budgets in all SKPAs, has become the focus of the Aceh Dayah Education Office (DPDA), which is an agency that plays a very important role in advancing the quality of dayah education. However, due to refocusing, there are obstacles to DPDA in the ongoing development, both physical and non-physical in the dayah environment in Aceh. This study aims to identify and explain the strategy of DPDA in dealing with APBA refocusing and the impact of APBA refocusing on DPDA. The theory used in this research is the theory of public policy strategy. This research uses qualitative research methods. The results showed that the strategy carried out by the DPDA was to consolidate with the leaders of the dayahs which resulted in strategies including reducing the budget allocation that was disbursed to each of the dayahs that had been registered with the DPDA, both type A, B, C and D. Another strategy was to limit the program. activities, this is done in order to assist Government policies in efforts to save health and the economy. The impact that occurs with the reduction in budget allocations results in the development of the dayah as well as problems in improving the quality of the quality of dayah education. So it is hoped that the Aceh Government through the DPDA in dealing with the refocusing policy should be observed and supervised properly so that there is no overlapping of budget allocations. As well as re-evaluating the impact of the recofusing policy so that there is no decline in quality, especially in terms of the quality of dayah education, as well as dayah development, both physical and non-physical development. Keywords: Aceh Dayah Education Office (DPDA), Covid-19, Refocusing.

Citation



    SERVICES DESK