ANALISIS PENGARUH BAHAN PAHAT DAN PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP BURR PADA PROSES GURDI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH BAHAN PAHAT DAN PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP BURR PADA PROSES GURDI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT


Pengarang

ADRIAN ZUBAIRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Husni - 196505061992031002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1704102010086

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

620.17

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mengkaji pengaruh parameter pemotongan dan bahan pahat terhadap timbulnya burr pada proses penggurdian bahan baja tahan karat. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah kecepatan spindel dengan variasi 1910, 3184, dan 4458 rpm, serta variasi pemakanan 0,1, 0,15, dan 0,2 mm/put. Pada penelitian ini mata pahat yang digunakan adalah jenis twist drill dengan diameter 5 mm, dengan variasi bahan mata pahat yang digunakan adalah High speed Steel (HSS), HSS Coating titanium (TiN), dan karbida. Pengujian pemotongan dilakukan dengan mesin CNC Vertical Milling, selama pengujian pemotongan pendingin diterapkan untuk mengurangi suhu pemotongan. Setiap pengujian diulang dua kali dan sebelum pengujian pemotongan dimulai, alat pemotong diperiksa secara visual untuk mengevaluasi keausan tepi mata pahat. Dari pengujian secara umum didapatkan bahwa parameter pemotongan sangat mempengaruhi bentuk dan jenis burr. Antara kecepatan spindel dan pemakanan, kecepatan spindel memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap burr yang dihasilkan. Burr tertinggi (2.92 mm) terjadi pada kecepatan spindel 3184 rpm dan pemakanan 0,2 mm/put dengan menggunakan pahat HSS Coating Titanium Nitrida (TiN), sedangkan nilai burr terendah (0.52 mm) terdapat pada kecepatan spindel 1910 rpm, pemakanan 0,1 mm/put dengan menggunakan pahat karbida. Oleh karena itu, parameter ideal untuk penggurdian baja tahan karat adalah pada kecepatan spindel 1910 rpm dan pemakanan 0,1 mm/put menggunakan mata pahat dengan bahan karbida.

This study examines the effect of cutting parameters and tool material on the emergence of burrs in the stainless steel drilling process. In this study, the parameters used were spindle speed with variations of 1910, 3184, and 4458 rpm, and variations in feed 0.1, 0.15, and 0.2 mm/put. In this study, the tool used was a twist drill type with a diameter of 5 mm, with variations in the tool material used, namely High-speed Steel (HSS), HSS Coating titanium (TiN), and carbide. The cutting test is carried out with a CNC Vertical Milling machine, during the cutting test a coolant is applied to reduce the cutting temperature. Each test is repeated twice and before the cutting test begins, the cutting tool is visually inspected to evaluate tool edge wear. From the general test, it is found that the cutting parameters greatly affect the shape and type of burr. Between the spindle speed and feeding, the spindle speed has a more significant effect on the resulting burr. The highest burr (2.92 mm) occurred at a spindle speed of 3184 rpm and feed 0.2 mm/put using an HSS Coating Titanium Nitride (TiN) Tool, while the lowest burr value (0.52 mm) was found at a spindle speed of 1910 rpm, feed 0.1 mm/put using a Carbide Tool. Therefore, the ideal parameters for drilling stainless steel are at a spindle speed of 1910 rpm and feeding 0.1 mm/put using a Carbide tool.

Citation



    SERVICES DESK