Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMBUATAN EDIBLE FILM PATI BIJI NANGKA DAN BIJI DURIAN DAN APLIKASI LARUTAN FILMNYA DENGAN PENAMBAHAN MINYAK KAYU MANIS SEBAGAI ANTI MIKROBA PADA POTONGAN BUAH MANGGA
Pengarang
Munawir Wahidin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1805205010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Industri Pertanian / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Edible film merupakan lapisan tipis yang digunakan untuk melapisi makanan (coating) atau diletakkan di antara komponen yang berfungsi sebagai penahan terhadap transfer massa seperti air, oksigen, lemak dan cahaya atau berfungsi sebagai pembawa bahan tambahan pangan. Pati sebagai bahan dasar pembuatan edible film lebih menguntungkan karena harganya yang murah, produksi berlimpah, dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Salah satu sumber pati yang masih belum banyak dimanfaatkan adalah dari limbah biji nangka dan biji durian. Buah mangga akan mengalami penurunan kualitas ketika sudah mengalami pengolahan minimal. Salah satu alternatif terbaru untuk mengurangi penurunan kualitas yang disebabkan oleh pengolahan minimal buah-buahan adalah dengan cara pelapisan dengan larutan edible film (coating) dengan penambahan minyak atsiri kayu manis diharapkan dapat memperpanjang umur simpan buah mangga potong. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pati biji nangka dan pati biji durian, serta edible film dari pati dengan penambahan gliserol dan minyak kayu manis sebagai antimikroba. Tujuan lainnya yaitu aplikasi coating pada buah manga dengan melihat ketahanannya terhadap serangan mikroorganisme.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu jenis pati (P): pati biji nangka dan pati biji durian, faktor kedua adalah konsentrasi pati (K): 3%, 4% dan 5%. Sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Edible film yang dihasilkan selanjutnya dianalisis ketebalan, kelarutan, kadar air, transparansi, permeabilitas uap air, SEM dan sifat mekanik edible film (kuat tarik, elongasi dan modulus young). Dari hasil analisis ini didapatkan sampel terbaik yang dilanjutkan analisis total mikroba pada buah mangga yang di coating.
Perlakuan terbaik pada pembuatan edible film terdapat pada perlakuan jenis pati biji nangka (P1) dan konsentrasi pati 5% (K3) dengan nilai masing-masing parameter ketebalan 0,043 mm, kadar air 21,63%, kelarutan 21,20%, permebalitias uap air 3,06 x 10-16 Kg.m/Pa.s.m2, kuat tarik 4,51 MPa, elongasi 13,70%, modulus young 33,30%. Hasil pengujian antimikroba pada buah mangga potong yang di coating menunjukkan bahwa penambahan antimikroba minyak atsiri kayu manis 2% dapat mempertahankan mutu buah mangga potong sampai 3 hari.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH NISBAH PATI DENGAN AIR DAN KONSENTRASI GLISEROL (PLASTICIZER) TERHADAP SIFAT FISIK EDIBLE FILM YANG TERBUAT DARI PATI UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA) (Rehan Mustika, 2024)
REVIEW: KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DAN EDIBLE COATING BERBASIS PATI DAN PEKTIN SERTA PENGAPLIKASIANNYA PADA BUAH-BUAHAN (SALSA MIFTADESVA, 2021)
PENGARUH KITIN DAN GEL LIDAHRNBUAYA (ALOE VERA) TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM PATI GANYONG (Sheyla Fahira, 2024)
PENGARUH SUHU PIROLISIS DAN KONSENTRASI ASAP CAIR KULIT DURIAN TERHADAP KUALITAS EDIBLE COATING DARI PATI BIJI DURIAN SERTA APLIKASINYA PADA BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) (M. BAGAS HERIANSYAH, 2024)
PENGARUH PEREBUSAN BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL (ARRIZAL FACHRI, 2015)