PROSES PEMISAHAN FOSFOLIPID DARI CPO (CRUDE PALM OIL) MENGGUNAKAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI POLIETERSULFON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES PEMISAHAN FOSFOLIPID DARI CPO (CRUDE PALM OIL) MENGGUNAKAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI POLIETERSULFON


Pengarang

MERNA YULIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505105010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) digunakan pada bidang industri pangan maupun nonpangan. CPO yang diperoleh dari berbagai tahapan harus terlebih dahulu dilakukan pemurnian. Minyak sawit yang diperoleh dari pemisahan belum memenuhi spesifikasi kadar air dan kotoran yang ditentukan. Salah satu komponen yang dihilangkan pada proses pemurnian CPO yaitu fosfolipid. Fosfolipid tidak diinginkan karena akan membentuk lendir (gum) pada CPO, emulsi saat pengolahan, serta mempersulit adsorbsi pemucat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik membran ultrafiltrasi polietersulfon (UF-PES) yang dibuat secara inversi fasa, mengetahui kinerja membran UF-PES pada pemisahan fosfolipid pada CPO, optimasi suhu dan tekanan terhadap kinerja membran, meningkatkan retensi fosfolipid, menurunkan kadar asam lemak bebas, dan mengetahui kualitas CPO yang difiltrasi. Membran yang digunakan pada penelitian ini yaitu komposisi Polietersulfon (PES) 17,5% + Polietilenglikol (PEG) 2,5% + pelarut N-Methyl pyrrolidone (NMP) 80%. Membran yang dicetak menggunakan 2 jenis bak koagulan yaitu membran M1 (bak koagulan aquades-isopropanol) dan membran M2 (bak koagulan aquades). Membran M1 dipilih untuk digunakan pada proses filtrasi berdasarkan ketahanan membran terhadap tekanan hingga 3 bar. Hasil penelitian ini menunjukkan daya serap air dan porositas membran M1 lebih rendah dibandingkang membran M2, sedangkan densitas kedua membran menunjukkan nilai yang sama yaitu 0,997 gr/ml. Tekanan dan suhu berpengaruh sangat nyata (P?0,05) terhadap kadar fosfolipid. Kadar fosfolipid terendah didapat pada perlakuan S2T2 (nilai rejeksi 72%), sedangkan terendah S3T2 (nilai rejeksi 46%). Suhu dan tekanan menunjukkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap densitas dan viskositas permeat. Uji MWCO (Molecular weight cut-off) untuk mengetahui ukuran pori membran menggunakan PEG 40kDa menghasilkan persentase rejeksi 13,83% dan PEG 100kDa menghasilkan persentase rejeksi 63,44%. Nilai rejeksi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK