Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH SUHU EKSTRAKSI DAN RASIO ANTARA BAHAN DAN PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOTAL FENOL PADA SERBUK BUAH TANJUNG (MIMUSOPS ELENGI L)
Pengarang
M. Ghazi Al Ghifari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1605105010007
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman tanjung merupakan sejenis pohon yang berasal dari India, Sri Lanka dan
Burma. Tanaman tanjung dikenal dengan nama-nama seperti tanjong (Bugis, Makassar.),
tanju (Bima), wilaja (Bali), keupula cangè (Aceh). Tanaman tanjung memiliki beragam
manfaat di dalam dunia kesehatan. Salah satu bagian tanaman tanjung yang memiliki
berbagai manfaat yaitu buah tanjung. Buah tanjung mengandung senyawa flavonoid yang
dapat berfungsi sebagai antioksidan. Penggunaan variasi suhu ekstraksi dan rasio bahan
dan pelarut pada penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan kandungan senyawa
fenolik yang didapat dari ekstrak buah tanjung. Penelitian ini juga bertujuan untuk
mengetahui pengaruh suhu dan rasio antara bahan dan pelarut dalam proses ekstraksi
terhadap aktivitas antioksidan dan senyawa fenolik pada ekstrak buah tanjung.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial.
Faktor S adalah suhu ekstraksi, terdiri dari tiga taraf yaitu S1= 450 C, S2= 600 C, dan S3=
750 C. Faktor R adalah rasio antara bahan dan pelarut dengan tiga taraf yaitu R1= 1;4, R2=
1:6, dan R3= 1:8. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan
percobaan. Analisis kimia yang dilakukan adalah analisis kadar air dan analisis kadar abu
pada serbuk buah tanjung sedangkan pada filtrat hasil ekstraksi meliputi analisis rendemen,
analisis total fenol, analisis aktivitas antioksidan.
Perlakuan suhu ekstraksi (S) berpengaruh terhadap rendemen, analisi total fenol,
analisis aktivitas antioksidan. Perlakuan rasio antara bahan dan pelarut (R) berpengaruh
terhadap rendemen, analisis total fenol, dan analisis aktivitas antioksidan. Interaksi
keduanya (SR) berpengaruh terhadap rendemen, analisis total fenol, dan analisis aktivitas
antioksidan. Berdasarkan uji kimia, sampel dengan perlakuan suhu ekstraksi 750 C dengan
rasio (1:8) memiliki nilai rendemen, aktivitas antioksidan dan total fenol yang lebih tinggi
dibanding dengan perlakuan lainnya.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN FENOL BEBERAPA JENIS BAYAM DAN SAYURAN LAIN (SAUFA YURA, 2016)
EKSTRAKSI SARI BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) DENGAN METODE MASERASI (Dinda Sari Azmi, 2019)
PROSES EKSTRAKSI MINYAK BIJI AMLA (PHYLLANTHUS EMBLICA) MENGGUNAKAN PELARUT POLAR, SEMI POLAR DAN NON POLAR (Nadia Putri Mauliza, 2022)
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN OLEORESIN DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) YANG DIEKSTRAK DENGAN VARIASI SUHU, WAKTU DAN JENIS PELARUT (MADINA ULFA, 2018)
AKTIVITAS PARFUM KOMBINASI MINYAK ATSIRI SEBAGAI ANTIBAKTERIAL (AZALIA IZDHIHAR A, 2017)