Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) DAN KOMPONENNYA (?-PINENE DAN SABINENE) SEBAGAI BIOADITIF PADA DAGING SAPI
Pengarang
Audia Amanda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1605105010027
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Minyak pala (Myristica fragrans Houtt) telah diketahui memiliki kemampuan antibakteri. Komponen dominan di dalam minyak pala adalah ?-pinene dan sabinene. Daging sapi merupakan salah satu bahan pangan yang cepat rusak dan mudah terkontaminasi bakteri patogen. Oleh karena itu, aditif seperti minyak pala diperlukan agar daging sapi tidak cepat rusak dan terhindar dari cemaran bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioaditif ?-pinene memiliki zona hambat tertinggi dibandingkan bioaditif lainnya terhadap bakteri B. subtilis (47,23 mm), S. aureus (44,85 mm), E. coli (43,87 mm), dan S. Typhi (34,77 mm). Sedangkan campuran ?-pinene dan sabinene memiliki zona hambat tertinggi terhadap bakteri P. aeruginosa (17,40 mm) dibandingkan dengan bioaditif lainnya. Kadar air (69,05%) dan pH (5,38) daging sapi pada penyimpanan 1 hari lebih rendah dibandingkan kadar air (71,48) dan pH (5,58) daging sapi pada penyimpanan 7 hari. Nilai susut masak terendah pada penyimpanan 1 hari diperoleh pada perlakuan bioaditif ?-pinene (30,53%). Nilai TPC terendah (3,00 Log CFU/g) diperoleh pada perlakuan bioaditif minyak pala pada penyimpanan 1 hari. Hasil analisis cemaran mikroorganisme diperoleh bahwa daging sapi dengan perlakuan bioaditif minyak pala pada penyimpanan 7 hari memiliki jumlah Salmonella yang memenuhi SNI 3932:2008. Daging sapi yang direndam bioaditif cenderung kehilangan aroma khasnya dan beraroma bioaditif tersebut. Perendaman daging sapi di dalam bioaditif juga dapat menyebabkan warna daging sapi menjadi lebih pucat atau berwarna kegelapan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH EKSTRAK DAGING BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS (Nurhadisah, 2019)
UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAGING BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) ACEH SELATAN SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN ANTIJAMUR (HUMAIRA, 2022)
UJL AKTIVLTAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSLRI BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) TERHADAP STOPHYLOCOCCUSUS AUREUS SECARA IN VITRO (Arfiska Ridha Fausa, 2023)
UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) TERHADAP BAKTERI BACILLUS SUBTILIS DAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS PENYEBAB BROMODOSIS (Miss Wanhasnah Waenawae, 2023)
ISOLASI TERPANDU KOMPONEN UTAMA MINYAK ATSIRI TANAMAN PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER (Ratna Maira, 2018)