MODEL HUBUNGAN KECEPATAN, KEPADATAN, DAN VOLUME LALU LINTAS DIJALAN T. HASAN DEK KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE UNDERWOOD | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MODEL HUBUNGAN KECEPATAN, KEPADATAN, DAN VOLUME LALU LINTAS DIJALAN T. HASAN DEK KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE UNDERWOOD


Pengarang

SETYAWAN SYAH PUTRA SINAGA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704101020062

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Fasilitas U-turn sering menimbulkan permasalahan tersendiri dalam bentuk hambatan terhadap arus lalu lintas searah dan juga arus lalu lintas yang berlawanan arah. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui waktu tempuh kendaraan dan nilai parameter arus lalu lintas lurus tidak terganggu (uninterrupted flow) dan terganggu (interrupted flow) akibat pergerakan di U-turn, serta mendapatkan hubungan kecepatan dengan kepadatan (S – D), volume dengan kepadatan (V – D), dan volume dengan kecepatan (V – S) di jalan T. Hasan Dek Kota Banda Aceh. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung volume lalu lintas, waktu tempuh kendaraan, kecepatan kendaraan, dan kepadatan lalu lintas. Analisis data menggunakan pendekatan model Underwood. Dari hasil pengolahan data diperoleh hasil analisis model hubungan matematis pada umumnya memiliki nilai koefisien korelasi (R) yaitu 0,40 sampai 0,90 yang menyatakan tingkat hubungan interpretasise dan sampai sangat kuat. Pada nilai parameter arus lalu lintas puncak terdapat perbedaan antara arus tidak terganggu dengan terganggu pada masing – masing arah. Pada ruas arah Simpang Surabaya – Simpang Jambotape diperoleh perbedaan yaitu, pada kondisi arus terganggu volume maksimum (VM) terjadi kenaikan volume sebesar 2,0%, pada kecepatan maksimum (SM) terjadi penurunan kecepatan sebesar 36,8%, dan pada kepadatan maksimum (DM) terjadi kenaikan kepadatan sebesar 38,0%. Sedangkan untuk arah Simpang Jambotape – Simpang Surabaya diperoleh perbedaan yaitu, pada kondisi arus terganggu (VM) terjadi kenaikan volume sebesar 3,0%, (SM) terjadi penurunan kecepatan sebesar 37,2%, dan (DM) terjadi kenaikan kepadatan sebesar 39,6%. Pergerakan arus lalu lintas kendaraan umumnya cenderung lebih besar pada ruas arah Simpang Surabaya – Simpang Jambotape.

Kata kunci: Volume, kecepatan, kepadatan, dan model Underwood






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK