PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA PEMBUATAN ACTIVE FILM KOMPOSIT PLASTIK PATI AREN (ARENGA PINNATA) DAN KITOSAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA PEMBUATAN ACTIVE FILM KOMPOSIT PLASTIK PATI AREN (ARENGA PINNATA) DAN KITOSAN


Pengarang

MUZAINAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606103040064

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kimia (S1) / PDDIKTI : 84204

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Kata kunci : pati aren, kitosan, gliserol, ekstrak kulit manggis, active film, FTIR, XRD, antioksidan, WVTR, water uptake


Penelitian ini berjudul pengaruh ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai antioksidan pada pembuatan active film komposit plastik pati aren dan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penambahan variasi ekstrak kulit manggis terhadap struktur, kristalinitas, sifat mekanik, laju transmisi uap air, daya serap air, antimikroba, dan aktivitas antioksidan. Pembuatan active film dilakukan dengan cara mencampurkan larutan pati aren 50%, larutan kitosan 50% dan gliserol
0,6 gram. Pada sampel, larutan film ditambahkan antioksidan dengan variasi 1%,3%, dan 5% yaitu 0,02, 0,06, dan 0,1 gram, kemudian film dicetak dan dikeringkan. Sampel film palstik yang terbentuk dianalisis gugus fungsi dengan menggunakan FTIR dan ditemukan gugus CH alifatik (2887,56 - 2935,78 cm-1), gugus -OH (3372,68 - 3384,25 cm-1), gugus C-O (1148,66 - 11,4673 cm-1) dan gugus C-N (1412,92 - 1414,85 cm-1). Analisis kristalinitas dengan menggunakan XRD menunjukkan film plastik bersifat semikristalin berdasarkan puncak yang dihasilkan melebar pada 9,4, 19,7, 20, dan puncak tajam pada 44, 64, 57, 10 dan 11. Hasil analisis daya serap air meningkat dengan bertambahnya ekstrak kulit manggis, yaitu 17,15 - 51,76%. Laju transmisi uap air juga semakin meningkat dengan penambahan ekstrak kulit manggis, yaitu 0,0037- 0,066 g/m2/hari. Analisis sifat mekanik diuji kuat tarik dan elongasi. Hasil uji kuat tarik menurun dengan penambahan ekstrak kulit manggis, yakni 12,18 - 6,29 MPa, sedangkan elongasi meningkat sampai penambahan ekstrak kulit manggis 0,06 gram, yaitu 10,71 - 32,37%. Daya hambat active film terhadap antimikroba pada setiap variasi sampel sangat kecil, hanya sebesar 6 mm. Aktivitas antioksidan dianalisis dengan menggunakan metode DPPH. Nilai aktivitas antioksidan meningkat seiring bertambahnya ekstrak kulit manggis, yaitu 20,79 - 73,35%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa active film dari pati aren, kitosan dan ekstrak ekstrak kulit manggis berhasil dibuat menjadi film yang dapat menghambat proses oksidasi berdasarkan karakterisasi dari gugus fungsi, kristalinitas, daya serap air, laju transmisi uap air, sifat mekanik, antimikroba dan aktivitas antioksidan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK