Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH VARIASI LAMA PENGERINGAN DAN VARIASI KOMPOSISI TEH HERBAL KOMBINASI BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.). DAN DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM L. ) TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Pengarang
SABILLA KHAUTSAR ANDESA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1506103010033
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Produk teh saat ini telah mengalami banyak perkembangan, teh tidak hanya terbuat dari daun teh, namun juga dapat dibuat dari daun yang tidak berasal dari tanaman teh, yang disebut dengan teh herbal. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai teh herbal adalah kemangi (Ocimum sanctum L.) dan bunga telang (Clitoria ternatea L.) diperkirakan mengandung senyawa metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi antioksidan berdasarkan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dan nilai antioksidan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikril1-hidrazil (DPPH). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor, yaitu variasi lama pengeringan dan variasi komposisi yang terdiri dari sembilan kombinasi dengan 3 kali ulangan. Variasi lama pengeringan yang dilakukan adalah P1 (60 menit), P2 (90 menit), dan P3 (120 menit). Variasi komposisi yang digunakan adalah K1 (1:1), K2 (2:1), K3 (1:2) Data dianalisis dengan Analisis Varian (ANAVA) dan dilakukan uji lanjut yaitu Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan lama pengeringan dan komposisi berpengaruh terhadap nilai antioksidan dengan nilai F-hitung > F-tabel. Perlakuan dengan kadar antioksidan terbaik adalah P2K3 (38,61 ppm). Sebanyak 37,01 ppm konsentrasi sampel teh herbal kombinasi secara keseluruhahn dapat meredam 50% efek radikal oleh senyawa DPPH. Terdapat kandungan senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Lama pengeringan dan komposisi berpengaruh terhadap kadar antioksidan teh herbal kombinasi.
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL JAMUR ENDOFIT DARI BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (ALFI PRAYOGA MASA, 2025)
EVALUASI ANTIOKSIDAN DAN HEDONIK TEH HERBAL DARI DAUN KUDA-KUDA (LANNEA COROMANDELICA (HOUTT.) MERR) DENGAN VARIASI SUHU PENGERINGAN. (Gina Anggriana, 2021)
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP DAYA ANTIOKISIDAN DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (MIFTAHUL JANNAH, 2025)
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP DAYA ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (MIFTAHUL JANNAH, 2025)
EFEKTIVITAS BIOLARVASIDA EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUMSANCTUM L.) DENGAN BIOETANOL KULIT NANAS TERHADAP LARVA NYAMUK CULEXSP. (ULYA AMIRAH, 2023)