ANALISIS DAN PERENCANAAN SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG PUNGE BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS DAN PERENCANAAN SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG PUNGE BANDA ACEH


Pengarang

RACHMAT TAUFIQY - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1704201010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Simpang Punge merupakan salah satu simpang tak bersinyal berlengan empat yang berada di Kota Banda Aceh tanpa pengaturan lalu lintas seperti lampu lalu lintas, bundaran, maupun rambu-rambu peringatan lainnya. Kondisi tersebut sangat menyusahkan pengguna jalan terutama pada saat jam-jam puncak (peak hour) sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah membuat beberapa skenario permodelan seperti dengan pemberlakuan jalan satu arah untuk lengan A yaitu pada Jalan Cempaka Punge Jurong hanya untuk arah masuk saja, dengan pemasangan APILL, dan perencanaan bundaran. Analisis dan pemodelan pada Simpang Punge menggunakan metode MKJI dan PTV Vissim 10.00-02 (Vissim) sebagai perangkat lunak. Hasil dari analisis untuk kondisi esksisiting dengan metode MKJI diperoleh LOS F, sedangkan dengan Vissim LOS E. Kemudian dilakukan tiga sekenario permodelan yaitu sekenario 1 dengan pemberlakuan jalan satu arah untuk lengan A yaitu pada jalan Cempaka Punge Jurong hanya untuk arah masuk saja, hasil perhitungan dengan Vissim LOS D. Kemudian dilakukan sekenario 2 yaitu dengan pemasangan APILL untuk metode MKJI menghasilkan LOS D, sedangkan dengan Vissim adalah LOS F. Kemudian dilakukan sekenario 3 yaitu dengan perencanaan bundaran dan pelebaran setiap lengan dengan metode MKJI menghasilkan LOS B, sedangkan dengan Vissim menghasilkan LOS C. Maka dapat disimpukan bahwa dengan perencanaan bundaran disertai pelebaran di setiap ruas jalan dapat menjadikan simpang punge menjadi simpang dengan LOS terbaik dan memenuhi standar.

Kata Kunci : Persimpangan, MKJI, Vissim, LOS, Kota Banda Aceh

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK