Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KARAKTERISASI KIMIA DAN SENSORI CASCARA YANG DIPEROLEH DARI BEBERAPA DAERAH DI PROVINSI ACEH
Pengarang
RIZKA ANINDITA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1505105010084
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Rizka Anindita. 1505105010084. Karakterisasi Kimia dan Sensori Cascara Yang Diperoleh Dari Beberapa Daerah Di Provinsi Aceh. Di bawah bimbingan Murna Muzaifa sebagai ketua dan Syarifah Rohaya sebagai anggota.
RINGKASAN
Indonesia dikenal sebagai penghasil komoditi kopi (Coffea sp) yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Indonesia dengan luas tumbuhan penghasil kopi kedua terbesar di dunia ikut berperan dalam menyediakan kopi berkualitas yang dikonsumsi konsumen dunia. Kopi termasuk tumbuhan dalam family Rubiaceae dan genus Coffea. Kopi berdasarkan lokasi budidayanya dibagi menjadi tiga yaitu kopi Arabika, kopi Liberika dan kopi Robusta. Kopi Arabika ditanam pada dataran tinggi sekitar 1350-1850 mdpl yang memiliki iklim kering. Kopi Robusta, bisa tumbuh di dataran rendah atau pantai dan memiliki tingkat produksi lebih tinggi dibandingkan jenis kopi Arabika. Sedangkan kopi Liberika, tumbuh subur di daerah dengan tingkat kelembapan yang tinggi dan panas. Kopi ini memiliki kandungan kafein yang cenderung sama dengan kopi Arabika namun memiliki kualitas yang lebih buruk dari segi buah dan rendemennya rendah.
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan karakteristik kimia dan sensori cascara yang diperoleh dari beberapa daerah yang terdapat di Provinsi Aceh meliputi Aceh Selatan, Aceh Jaya, Pidie, Bener Meriah dan Aceh Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 1 faktor, yaitu daerah asal pengambilan cascara (D) yang terdiri dari 5 taraf yaitu D1 = Aceh Selatan, D2= Aceh Jaya, D3 = Pidie, D4 = Bener Meriah, D5 = Aceh Tengah. Perlakuan ini menggunakan 3 (tiga) kali ulangan sehingga diperoleh 15 satuan percobaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai pH cascara yang diperoleh dari beberapa daerah di Provinsi Aceh berkisar antara 5.01-6.16 dengan rata-rata 5.75. Nilai pH cascara tertinggi diperoleh dari Bener Meriah 6.16. Nilai total fenol cascara diperoleh berkisar antara 0.54-0.80 dengan rata-rata 0.62, nilai total fenol tertinggi diperoleh dari Aceh Selatan sekitar 0,80. Nilai antioksidan cascara diperoleh berkisar antara 56.14%-73.68% dengan rata-rata 64.76%, nilai antioksidan yang tertinggi diperoleh dari Bener Meriah sekitar 73,68%. Nilai total padatan terlarut (TPT) cascara diperoleh berkisar antara 0.10-0.27 dengan rata-rata 0.170Brix, nilai total padatan terlarut tertinggi diperoleh dari Pidie 0,270Brix. Berdasarkan uji rangking cascara terbaik diperoleh dari daerah Aceh Jaya dengan nilai total 36.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS FISIKOKIMIA DAN SENSORI WATER KEFIR DARI CASCARA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) (Alya Fithriyyah, 2025)
KARAKTERISTIK MUTU SEDUHAN TEH CELUP CASCARA DENGAN PENAMBAHAN BUBUK KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII) (Safira Rahimah, 2021)
OPTIMASI PRODUKSI KOMBUCHA CASCARA DARI KULIT KOPI ARABIKA, ROBUSTA DAN LIBERIKA ASAL ACEH SERTA UJI POTENSINYA SECARA IN-VIVO SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL (Syarifah Rohaya, 2025)
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI WATER KEFIR MENGGUNAKAN CASCARA DARI TIGA METODE PENGOLAHAN KOPI ARABIKA (Nurul Fatia Darma, 2025)
KAJIAN PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL TEH CASCARA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK LEMON (CITRUS LIMON) DAN MADU (HILYATI AINIA SOFYAN, 2021)