PERSEPSI PENAMBANG ILLEGAL TERHADAP IMPLEMENTASI QANUN NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN TAMBANG MINERAL DAN BATUBARA DI KECAMATAN GEUMPANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERSEPSI PENAMBANG ILLEGAL TERHADAP IMPLEMENTASI QANUN NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN TAMBANG MINERAL DAN BATUBARA DI KECAMATAN GEUMPANG


Pengarang

RAFIQUL NAUVAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1410101010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penambangan sumber daya alam merupakan kunci untuk kesinambungan pemenuhan
kebutuhan masyarakat dan upaya menjaga ekosistem lingkungan melalui mekanisme
kesiapan sumber daya manusia dalam penambangan yang baik dan benar, namun
yang terjadi di lapangan masih banyak bentuk pelanggaran yang terjadi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat dan persepsi masyarakat di
objek studi terhadap Qanun nomor 15 tahun 2013, tentang penambangan mineral dan
batu bara. Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif
deskriptif. Analisis penelitian ini berdasarkan pada analisis teori kontruksi sosial
Peter L Berger yang mengacu pada proses pentranferan pengetahuan dan pada
membangun persepsi masyarakat, yang dikenal dengan dialektika Berger, diantaranya
ada 3 tahapan, tahapan eksternalisasi, objektivikas, dan internalisasi. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang berjumlah 7 orang,
yang penulis tentukan dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian
menunjukkan, sebagian masyarakat belum sepenuhnya mengerti terhadap Qanun
Nomor 15 tahun 2013 tentang pertambangan mineral dan batubara, hal ini disebabkan
karena proses pentranferan pengetahuan oleh pemerintah belum maksimal dalam
mengedukasikan qanun pada masyarakat yang terdampak, sebagian masyarakat sudah
paham terhadap dampak ekologis dari hasil pertambangan ilegal, dan persepsi yang di
bangun dikalangan masyarakat Geumpang adalah menolak aturan-aturan yang tertera
dalam qanun tersebut.
Kata Kunci: Pertambangan, Pengetahuan, Persepsi, Qanun

ABSTRACK
Natural resources mining is the key to the continuity fulfillment of community needs
and efforts to safeguard the environment through the mechanism of readiness of
human resources in proper and correct mining, but that occurs in the field still Many
forms of offense occur. This research aims to determine how the community is being
etted and how the community perceptions in the object of study on Qanun number 15
year 2013, about mineral and coal mining. In this study, the authors used a qualitative
descriptive research approach. The analysis of this research is based on the social
construction theory by Peter L Berger which refers to the process of knowledge
transfer and for building community perception, which includes externalization,
objectivity, and internalization phases. The data collection techniques used in this
study were using an interview method with informant that amount up to 7 people.
The results, the government has not been maximized in the Qanun interest in affected
communities, some people begin to understand the ecological impacts of mining, and
the perception of which Geumpang people develop Any items specified in the Qanun.
Keywords: mining, knowledge, perception, Qanun

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK