PENINGKATAN KUALITAS MINYAK SIMPLAH MENGGUNAKAN ENERGI MICROWAVE DENGAN VARIASI VOLUME | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENINGKATAN KUALITAS MINYAK SIMPLAH MENGGUNAKAN ENERGI MICROWAVE DENGAN VARIASI VOLUME


Pengarang

AZMIL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505106010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Minyak simplah adalah minyak kelapa hasil ekstrak suhu rendah melalui fermentasi alami yang merupakan warisan budaya Aceh sehingga kajian kualitas minyak simplah adalah hal yang urgen bagi masyarakat Aceh. Proses pemanasan minyak simplah menggunakan microwave terjadi melalui interaksi panas antara bahan dielektrik dan pertukaran elektromagnetik, dimana metode pemanasan ini bersifat volumetrik, simultan, dan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanasan energi microwave berdasarkan variasi volume minyak terhadap kualitas minyak simplah.
Minyak simplah dipanaskan menggunakan microwave oven dengan frekuensi 2,450 MHz, power 800 W, selama 60 detik. Penelitian ini menggunakan satu faktor yaitu volume minyak dengan variasi 20, 40, dan 60ml, dan setiap perlakuan masing-masing diberi 3x perulangan. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan warna. Perbandingan kualitas minyak simplah menggunakan standar SNI untuk VCO. Data penelitian dianalisis dengan analisis sidik ragam.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa volume minyak yang dipanaskan dengan microwave berpengaruh nyata terhadap suhu minyak simplah. Peningkatan volume minyak menyebabkan penurunan suhu akhir minyak setelah pemanasan. Suhu minyak pada volume 20ml mencapai 113°C. Suhu minyak pada volume 40 dan 60 ml tidak berbeda nyata. Faktor amatan lain tidak dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan variasi volume minyak. Kadar air dan bilangan peroksida minyak setelah pemanasan menunjukkan pola perubahan yang tidak normal, yang diduga karena proses pendinginan minyak tidak dilakukan dalam desikator. Kadar air minyak sebelum perlakuan yaitu sebesar 0,46%. Kadar air tertinggi didapatkan pada perlakuan 40 mL yaitu sebesar 0,68 % dan kadar air terendah didapatkan pada perlakuan 60 mL yaitu sebesar 0,36 %. Sedangkan pH dan asam lemak bebas minyak menunjukkan perubahan yang lebih baik pada perlakuan volume 20ml, yang diduga karena suhu akhir minyak mencapai 100°C. Asam lemak bebas minyak simplah sebelum perlakuan adalah 6,59%. Setelah perlakuan pemanasan dengan microwave, asam lemak bebas cenderung menurun, dan semakin besar volume minyak semakin rendah penurunan asam lemak bebasnya. Kualitas minyak simplah sebelum dan setelah pemanasan dengan microwave belum memenuhi standar SNI. Perlu kajian selanjutnya dengan meningkatkan waktu pemanasan sehingga kualitas minyak simplah dapat ditingkatkan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK