Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGELOLAAN ASET DAN KEPEMILIKAN YAYASAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG YAYASAN (SUATU PENELITIAN DI YAYASAN GAJAH PUTIH TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH)
Pengarang
Pianamon Yudistira - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1603101010163
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
PIANAMON YUDISTIRA, PENGELOLAAN ASET DAN KEPEMILIKAN
YAYASAN DITINJAU DARI UNDANGUNDANG
YAYASAN
2020
T. Haflisyah, S.H.,M.Hum.
Yayasan sebagai badan hukum memiliki kekayaan sendiri yang terpisah
dari kekayaan pengurusnya. Yayasan pada dasarnya adalah sebuah harta kekayaan
yang telah dipisahkan yang mengandung arti bahwa kekayaan yang telah
dipisahkan sudah terpisah secara keperdataan dengan harta pendirinya, sehingga
kekayaan yang dipisahkan tersebut sebagai kekayaan yayasan yang digunakan
untuk mencapai maksud dan tujuan dari yayasan tersebut. Dalam Pasal 5 dan
Pasal 9 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Yayasan mengatur
tentang pengelolaan aset dan kepemilikan yayasan, yang menjelaskan bahwa
yayasan adalah milik tujuannya antara lain di bidang sosial, keagamaan,
kemanusiaan dan pendidikan. Pada kenyataannya, aset dan pengelolaan Yayasan
Gajah Putih Takengon selalu menjadi perdebatan tentang siapakah pemilik
Yayasan Gajah Putih Takengon, apakah milik pendiri, Pemerintah Daerah atau
Masyarakat Aceh Tengah. Hal ini karena belum jelasnya status aset dan
pengelolaan yayasan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Pasal 5 dan
Pasal 9 Undang-Undang Tentang Yayasan, faktor penyebab terjadinya
penyimpangan dan upaya hukum yang dapat dilakukan untuk mengatasi
penyimpangan yang ada.
Metode penelitian ini dengan menggunakan metode yuridis empiris yaitu
suatu metode dengan melihat bagaimana keberlakuan aturan hukum pada Yayasan
Gajah Putih Takengon.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pasal 5 dan Pasal
9 Undang-Undang Tentang Yayasan belum berjalan sebagaimana mestinya,
karena pengelolaan dan kepemilikan aset yayasan masih belum ada kepastian
antara organ yayasan, pemerintah daerah dan Masyarakat Aceh Tengah. Hal ini
disebabkan karena kronologis dari awal pembentukannya tidak ada penegasan
terhadap kepemilikan dan pengelolaan aset yayasan, adapun upaya yang
dilakukan adalah melakukan penertiban aset dan peningkatan kapasitas organ
yayasan.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa telah terjadinya
penyimpangan disebabkan alasan historis, politis dan lemahnya pengawasan pada
Yayasan Gajah Putih Takengon yang bergerak dibidang sosial/pendidikan
keagamaan. Adapun saran perlunya sosialisasi Undang-Undang Yayasan, dan
perlunya dilakukan audit terhadap aset oleh Akuntan Publik secara berkala.
i
Tidak Tersedia Deskripsi
PENERAPAN PRINSIP TRANSPARANSI PADA PENGELOLAAN DONASI OLEH YAYASAN DARAH UNTUK KEHIDUPAN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Muhammad Nizar Alfarisi, 2025)
ANALISIS IMPLEMENTASI PSAK 112 TENTANG AKUNTANSI WAKAF PADA LEMBAGA YAYASAN WAKAF HAROEN ALY BANDA ACEH (Dinda Nurliza, 2022)
PEMBUATAN WEBSITE YAYASAN WAKAF BARBATE ISLAMIC CITY (Muhammad Rizki Syauqani, 2023)
PENERAPAN ASAS KETERBUKAAN DAN AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN YAYASAN KEMANUSIAAN DI ACEH (T. MUSAHIDDINSYAH, 2020)
STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI MAHKAMAH AGUNG NOMOR 140 /PK/PDT/2015 TENTANG PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH YAYASAN SUPERSEMAR (Annesa Alwaris Desky, 2016)