EFEK EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA) TERHADAP KADAR KOLESTE…
Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar kolesterol di dalam darah. Bahan alami yang diduga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah bunga roseLa (Hibiscus sabdarfffa).Salah satu kandungan dan rosela yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol dari bunga rosela (Hibiscus sabdariffa) terhadap kadar kolesterol total tikus …
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L…
Indonesia memiliki 7000 spesies tanaman yang berkhasiat obat. Salah satu yang sering digunakan adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya antibakteri ekstrak etanol bunga rosella terhadap Proteus Sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 kelompok perlakuan (ekstrak etanol bunga rosella konsentrasi 12,5%, 25%, 50% dan 75%) dan 2 kelompok kontrol (meropenem sebagai kontrol positif dan aquades sebaga…
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) …
Kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki banyak khasiat dalam bidang kesehatan, salah satu diantaranya adalah sebagai antibakteri. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus adalah bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin dan sejumlah antibiotik lainnya sehingga sulit untuk diobati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol kelopak bunga rosela dalam menghambat pertumbuhan MRSA yang diisolasi dari sputum penderita pneumonia. Pe…
Potensi Seduhan Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Antidia…
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi antidiare seduhan kelopak rosela (Hibiscus sabdariffa L.) akibat paparan bakteri Enterophatogenic Escherichia coli (EPEC) pada mencit (Mus musculus). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Setiap kelompok perlakuan kecuali kontrol (P0) diberi paparan EPEC secara oral sebagai penginduksi diare sebanyak 6,0x108CFU/mL selama 7 hari. Perlakuan terdiri atas kontrol tidak diiinfeksi deng…