ANALISIS NILAI TAMBAH PROSES PENGOLAHAN KOPI ARABICA GAYO ACEH (STUDI KASUS PADA KOPERASI KBQ BABURRAYAN DAN KOPERASI PERMATA GAYO) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS NILAI TAMBAH PROSES PENGOLAHAN KOPI ARABICA GAYO ACEH (STUDI KASUS PADA KOPERASI KBQ BABURRAYAN DAN KOPERASI PERMATA GAYO)


Pengarang

Taufiqurrahman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200240003

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kopi merupakan salah satu potensi ekspor yang penting dalam perdagangan dunia. Indonesia tergolong sebagai Negara pengekspor kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.(ICO,2018). Hingga saat ini sudah ada lebih 13 koperasi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Masing-masing koperasi mempunyai petani dan kolektor binaan yang diberikat kontrak standarisasi biji kopi sesuai dengan standar internasional. Ada dua koperasi terbesar yang dikenal memiliki standar produk yang baik yakni koperasi KBQ Baburrayan di Aceh Tengah dan koperasi Permata Gayo di Kabupaten Bener Meriah. Kedua koperasi ini sudah di akui karena memiliki sertifikat organic dan fair trade internasional. Hal ini membuktikan bahwa kedua koperasi ini memiliki integrasi yang sangat erat antar pihak seperti petani, kolektor, serta konsumen.
. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pada biji gabah kopi di koperasi KBQ Baburrayan lebih tinggi yakni sebesar Rp. 6.347,-/Kg jika dibandingkan dengan Koperasi Permata Gayo yakni sebesar Rp. 5.784,-/Kg. Selanjutnya untuk nilai tambah pada biji labui kopi di koperasi KBQ Baburrayan juga terbukti lebih tinggi yakni sebesar 4,342,-/Kg jika dibandingkan dengan daerah Koperasi Permata Gayo yakni sebesar Rp. 3,985,-/Kg. Sedangkan nilai tambah pada biji green bean kopi di koperasi KBQ Baburrayan lebih tinggi yakni sebesar Rp. 28,340,-/Kg jika dibandingkan dengan biji green bean kopi di Koperasi Permata Gayo yakni sebesar Rp. 26,732,-/Kg. Nilai tambah tertinggi didapatkan dari proses pengolahan biji labui kopi menjadi biji green bean kopi. Hal ini karena harga jual green bean tergolong tinggi sehingga walaupun harga bahan baku tinggi namun nilai tambahnya masih tetap lebih besar jika dibandingkan dengan nilai tambah proses produksi biji gabah kopi dan biji labui kopi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK