KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMP NEGERI 6 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMP NEGERI 6 BANDA ACEH


Pengarang

Komsiatun Hs - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506103020026

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah. Kemampuan komunikasi matematis dapat berkembang apabila pembelajaran yang dilaksanakan mampu melibatkan siswa dalam mengakomodasi proses berpikir, proses bernalar dan berkomunikasi, sikap kritis serta bertanya siswa secara aktif. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan model Discovery Learning dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model Discovery Learning di SMPN 6 Banda Aceh. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mix method). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII-4 di SMP Negeri 6 Banda Aceh yang berjumlah 30 siswa. Adapun yag menjadi sampel yaitu 1 kelompok yang dipilih secara acak dalam kelas tersebut yang terdiri dari 6 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu lembar soal tes tertulis dan lembar pedoman wawancara. Hasil penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa berkembang secara bervariasi untuk setiap indikatornya. Perkembangan kemampuan siswa pada indikator menyatakan ide matematika ke dalam bentuk simbol, kata-kata, diagram, tabel, grafik dan sebaliknya, mengalami perkembangan dan penurunan. Penurunan yang terjadi adalah pada pertemuan kedua, namun pada pertemuan ketiga kemampuan siswa mengalami perkembangan. Perkembangan kemampuan siswa pada indikator menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika secara lisan dan tulisan dengan kata-kata, benda nyata, gambar, grafik, dan aljabar mengalami kenaikan secara bertahap. Pada pertemuan pertama dan kedua tidak terjadi perkembangan maupun penurunan tetapi pada pertemuan ketiga mengalami perkembangan. Perkembangan kemampuan siswa pada indikator membuat model situasi matematika dengan menggunakan tulisan dan aljabar serta menentukan strategi untuk menyelesaikan masalah mengalami perkembangan pada setiap pertemuan. Terlihat bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa berkembang secara bervariasi tetapi secara keseluruhan menjadi semakin baik. Implikasi penelitian ini guru perlu memperluas penerapan model Discovery Learning untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis untuk materi lain.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK