EVALUASI BERAT DAN PERSENTASE ORGAN DALAM AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM DENGAN PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH IKAN LEUBIM (CANTHIDERMIS MACULATA) TANPA DIFERMENTASI DAN DIFERMENTASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EVALUASI BERAT DAN PERSENTASE ORGAN DALAM AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM DENGAN PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH IKAN LEUBIM (CANTHIDERMIS MACULATA) TANPA DIFERMENTASI DAN DIFERMENTASI


Pengarang

Andi Ananda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505104010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tepung ikan merupakan sumber protein hewani paling baik dalam ransum unggas. Penggunaan tepung ikan di dalam ransum tidak hanya mempertimbangkan dari segi harganya, akan tetapi kualitasnya perlu juga diperhatikan. Kualitas tepung ikan masih sangat bervariasi yang dipengaruhi oleh sumber dan kondisi bahan baku dan cara pengolahannya. Tepung ikan yang berkualitas buruk yang kemungkinan mengandung toksik (racun) dapat menyebabkan ayam muntah darah atau blackformit (Rasyaf, 1992).
Indikasi adanya zat-zat berbahaya atau toksik dapat dilihat dari pembesaran organ-organ dalam ayam seperti hati, pankreas, limpa, dan jantung melebihi batas normal (Ressang, 1998). Pembesaran organ-organ dalam yang masih dalam batas normal mungkin saja terjadi misalnya dikarenaka suatu bahan pakan sulit dicerna. Hasil penelitian Safrida (2018) memperlihatkan terjadi peningkatan berat beberapa organ dalam ayam broiler yang diberi ransum yang mengandung tepung limbah ikan leubim (Canthidermis maculata), namun ukurannya masih dalam batas normal. Pembesaran organ dalam ini diduga ayam broiler mengalami kesulitan mencerna tepung ikan tersebut dikarenakan kandungan serat kasarnya tinggi. Berdasarkan pertimbangan ini, tepung limbah ikan leubim difermentasi terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ayam. Fermentasi dapat meningkatkan kecernaan bahan pakan (Sukaryana et al., 2011) dan menyediakan zat-zat gizi yang lebih baik (Winarno et al., 1986).
Di dalam penelitian ini, ayam broiler diberikan ransum dengan penggunaan tepung limbah ikan leubim yang diproses melalui difermentasi dan tanpa difermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan penggunaan tepung limbah ikan leubim tanpa difermentasi dan difermentasi di dalam ransum terhadap berat dan persentase beberapa organ dalam ayam broiler.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Program Studi Perternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Penelitian dilakukan selama 35 hari dari tanggal 1 Juli sampai dengan 5 Agustus 2019. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor DOC. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kelompok. Setiap kelompok merupakan unit percobaaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor anak ayam.
Ransum penelitian adalah ransum komersil CP512 Bravo 100 % (kontrol) (R1), tepung limbah ikan leubim tanpa difermentasi 6 dan 12% (R2 dan R3), tepung limbah ikan leubim difermentasi 6 dan 12% (R4 dan R5). Parameter yang diamati meliputi: (1) bobot dan persentase organ saluran pencernaan (tembolok, gizzard, dan usus), (2) bobot dan persentase organ pembantu pencernaan (hati, pankreas, dan limpa), (3) bobot dan persentase organ sirkulasi dan darah (jantung dan darah), dan (4) mortalitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Jika dari analisis tersebut didapatkan hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1991).
Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan tepung limbah ikan leubim baik tanpa difermentasi maupun difermentasi dalam ransum sebagai substitusi ransum komersil tidak berpengaruh nyata terhadap bobot dan persentase organ saluran pencernaan (tembolok, gizzard, dan usus) ayam broiler. Meskipun secara statistik tidak nyata, ayam-ayam yang diberi ransum dengan penggunaan 6 dan 12% tepung limbah ikan leubim baik yang tidak difermentasi (R2 dan R3) maupun yang difermentasi (R4 dan R5) memiliki bobot tembolok, gizzard, dan usus yang lebih tinggi daripada ayam-ayam yang diberi ransum dengan menggunakan seluruhnya ransum kormesil (R1).
Penggunaan tepung limbah ikan leubim sebanyak 6 dan 12 % baik tanpa difermentasi (R2 dan R3) maupun difermentasi (R4 dan R5) sebagai substitusi sebagian ransum komersil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rataan bobot dan persentase organ pembantu pencernaan seperti hati, pankreas, dan limpa ayam broiler. Meskipun demikian, ayam-ayam broiler dari perlakuan R2 dan R3 maupun R4 dan R5 memiliki bobot hati dan pankreas yang cenderung lebih tinggi daripada ayam-ayam yang diberi ransum dengan menggunakan seluruhnya ransum komersil (R1).
Hasil sidik ragam (Lampiran 14?17) memperlihatkan penggunaan tepung limbah ikan leubim baik tanpa difermentasi (R2 dan R3) maupun difermentasi (R4 dan R5) sebagai substitusi sebagain ransum komersil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rataan bobot dan persentase organ sirkulasi (jantung dan darah). Meskipun demikian, ayam-ayam yang diberi ransum dengan penggunaan tepung limbah ikan leubim tanpa difermentasi dan difermentasi (R2?R5) umumnya memiliki bobot jantung dan darah lebih tinggi daripada ayam-ayam yang diberi penggunaan seluruhnya ransum komersil (R1).
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan tepung limbah ikan leubim baik tanpa difermentasi maupun difermentasi dapat digunakan sampai 12% sebagai bahan substitusi sebagian ransum komersil tanpa berpengaruh nyata terhadap bobot dan persentase organ-organ dalam ayam broiler sehingga aman digunakan di dalam ransum unggas.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK