Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP CITARASA MIE INSTAN KARI ACEH DENGAN PENAMBAHAN PENYEDAP RASA ALAMI KEPALA DAN KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI)
Pengarang
Siti Yasna Shabirah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1406104010045
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Siti, Yasna, Shabirah. 2019. Daya Terima Konsumen Terhadap Citarasa Mie Instan Kari Aceh dengan Penambahan Penyedap Rasa Alami Kepala Dan Kulit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Skripsi, Jurusan Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Dra. Suryati Sufiat, M.Pd., (2) Ir. Syarifah Rohaya, M.P
Kata kunci: Daya terima konsumen, mie instan, kari aceh, penyedap rasa alami, kepala dan kulit udang vaname
Mie instan merupakan salah satu pangan alternatif yang sangat digemari masyarakat Aceh sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Mie instan yang beredar di pasaran pada umumnya menggunakan bumbu penyedap yang mengandung monosodium glutamate (MSG), hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi secara terus-menerus. Limbah kepala dan kulit udang vaname memiliki potensi besar untuk dijadikan bumbu penyedap pada mie instan sebagai alternatif penyedap rasa alami. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui proses pembuatan penyedap rasa alami kepala dan kulit udang vaname (2) untuk mengetahui pengaruh penambahan penyedap rasa alami terhadap citarasa mie instan kari aceh (3) untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap citarasa mie instan kari aceh setelah penambahan penyedap rasa alami kepala dan kulit udang vaname. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan uji deskripsi yang dilakukan oleh 4 narasumber dan uji penerimaan yang dilakukan oleh 30 konsumen. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan anava (analisis varian) satu jalur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa narasumber lebih memilih mie instan kari aceh dengan penambahan 9 g penyedap rasa alami kepala dan kulit udang vaname (R2) dengan perolehan nilai rata-rata aroma 5.7, rasa 5.7, dan tekstur kuah 5.2. Berdasarkan hasil uji penerimaan, konsumen lebih menyukai mie instan kari aceh dengan penambahan 9 g penyedap rasa alami kepala dan kulit udang vaname (R2) dengan perolehan nilai rata-rata aroma 4.1 dan rasa 4, namun konsumen lebih menyukai tekstur kuah pada perlakuan penambahan 7 g penyedap rasa alami kepala dan kulit udang vaname (R1) dengan perolehan nilai rata-rata 3.5, dengan demikian H1 dapat diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah baik narasumber maupun konsumen lebih menyukai aroma, rasa, dan tekstur kuah perlakuan ketiga (R2), untuk tekstur kuah konsumen lebih menyukai perlakuan kedua (R1). Disarankan kepada masyarakat untuk dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan kepala dan kulit udang sebagai penyedap alami pada masakan.?
Tidak Tersedia Deskripsi
PENAMBAHAN KENTANG PADA MEDIA PEMELIHARAAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) UNTUK MENINGKKATKAN LAJU PERTUM BUHAN (ANDRA NITA, 2022)
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT PLUMBUM (PB) YANG TERPAPAR PADA DAGING DAN KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI BOONE) (RIZA DANIYATI, 2018)
PENGARUH KITOSAN TERSULFONASI DARI KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PERAIRAN ACEH TERHADAP PERTUMBUHAN AGGREGATIBACTER ACTINOMYCETEMCOMITANS ATCC 29522 (ANNISA DERIA, 2024)
ISOLASI BAKTERI VIBRIO SP. PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DAN UJI SENSITIVITAS TERHADAP ANTIBIOTIK (SONIA MELATI SUGANDA, 2022)
HUBUNGAN PANJANG BERAT, FAKTOR KONDISI DAN PANJANG PERTAMA KALI MATANG GONAD UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI PERAIRAN DESA ALUE NAGA, BANDA ACEH (Qhadriah Deviana, 2025)