PERBANDINGAN WAKTU INKUBASI UNTUK ANALISIS HORMON STRES SECARA NON-INVASIF MENGGUNAKAN METODE ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN WAKTU INKUBASI UNTUK ANALISIS HORMON STRES SECARA NON-INVASIF MENGGUNAKAN METODE ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY


Pengarang

REZA SAPUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1502101010104

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Waktu inkubasi merupakan salah satu faktor penting pada proses
pengukuran hormon menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay
(ELISA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu
inkubasi pada proses pengikatan antara antibodi (5?-hydroxy-CM) dengan antigen
(hormon kortisol di dalam sampel feses) terhadap konsentrasi metabolit kortisol
pada sampel feses gajah sumatera dan kambing Peranakan Etawah (PE). Sampel
feses gajah dikoleksi dari Pusat Konservasi Gajah Saree, sedangkan sampel feses
kambing PE dikoleksi dari peternakan Adoe A. Penelitian terdiri dari dua
kelompok perlakuan dengan 6 ulangan setiap perlakuan. Perlakuan 1 (P1) yaitu
inkubasi selama 2 jam dan perlakuan 2 (P2) yaitu inkubasi selama 18 jam
(overnight). Pengukuran hormon dilakukan menggunakan metode ELISA. Data
dianalisis menggunakan uji T berpasangan (paired sample t-tes). Hasil penelitian
menunjukan rataan (±SD) konsentrasi metabolit kortisol pada P1 dan P2 dari
sampel feses gajah sumatera secara berturut-turut adalah 100,51 ± 16,95 ng/g
feses dan 118,92 ± 11,86 ng/g feses, sedangkan dari sampel feses kambing PE,
rataan (±SD) konsentrasi metabolit kortisol pada P1 dan P2 masing-masing
sebesar 246,77 ± 43,98 ng/g feses dan 283,29 ± 46,40 ng/g feses. Hasil analisis
statistik menunjukkan konsentrasi metabolit kortisol pada P2 lebih tinggi secara
signifikan (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK