PENGARUH DICHLOROPHENOXY ACETID ACID TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS PISANG BARANGAN (MUSA ACUMINATA COLLA) DARI BAKAL BUAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DICHLOROPHENOXY ACETID ACID TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS PISANG BARANGAN (MUSA ACUMINATA COLLA) DARI BAKAL BUAH


Pengarang

AGUSTIA MAULINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1408104010043

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Perbanyakan bibit pisang barangan (Musa acuminata Colla) yang berkualitas dapat dilakukan dengan teknologi modern salah satunya yaitu kultur jaringan kalus. Kalus merupakan sekelompok sel yang berkembang dan belum terdeferensiasi. Induksi kalus lebih menguntungkan dalam perbanyakan bibit, karena kalus dapat dikultur secara terus menerus. Eksplan dari bakal buah memiliki resiko kontaminasi yang lebih rendah dalam proses kultur. Kultur kalus membutuhkan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dengan konsentrasi yang tepat. Penelitian ini tentang pengaruh 2,4-D terhadap pembentukan kalus pisang barangan (Musa acuminata Colla) dari bakal buah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2018 di Laboratorium Kultur Jaringan, Bidang Holtikultura, Dinas Pertanian Aceh. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat dari 2,4-D untuk dikombinasikan dengan 2 ppm BAP yang dapat menumbuhkan kalus pisang barangan dari bakal buah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan ini terdiri atas penambahan 2,4-D dengan konsentrasi: 0 ppm (kontrol); 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm dan 4 ppm ke dalam media Murashige and Skoog with vitamins (MS) + 2 ppm BAP. Parameter yang diamati adalah jumlah eksplan yang menumbuhkan kalus dan waktu kemunculan kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2 ppm 2,4-D + 2 ppm BAP adalah konsentrasi yang tepat untuk menumbuhkan kalus pisang barangan dengan persentase ekpslan yang menumbuhkan kalus sebanyak 36%.

Kata kunci : Musa acuminata Colla, kalus, eksplan, media Murashige and Skoog with vitamins, 2,4-D, BAP.



ABSTRACT
The multiplication of quality barangan banana seedlings (Musa acuminata Colla) can be done with modern technology, one of which is callus tissue culture. Callus is a group of cells that develops and has not been differentiated. Callus induction is more beneficial in seedligs multiplication, because callus can be cultured continuously. Explants from ovaries have a lower risk of contamination in the culture process. Callus culture requires plant grow regulators (PGRs) with the right concentration. This research is about the influence of 2,4-D on the formation of barangan banana (Musa acuminata Colla) callus from the ovary. The research was conducted on July until October 2018 in Tissue Culture Laboratories, Field of Horticulture, Aceh Agriculture Department. The purpose of the research is to get the suitable concentration of 2,4-D to combined with 2 ppm BAP which can induce calluses of barangan bananas from the ovary. The research used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 times repetition. This treatment consisted of adding 2,4-D with a concentration: 0 ppm (control); 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm and 4 ppm into Murashige and Skoog media with vitamins (MS) + 2 ppm BAP. The parameters observed were the number of explants which induced callus and the time of callus appearance. The results showed that the treatment of 2 ppm 2,4-D + 2 ppm BAP was the suitable concentration resulting 36% callus were induced.
Keywords: Musa acuminata Colla, callus, explant, Murashige media and Skoog with vitamins, 2,4-D, BAP.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK