ANALISIS KEGAGALAN PADA PULI POROS ENGKOL TRUK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KEGAGALAN PADA PULI POROS ENGKOL TRUK


Pengarang

Sharwin Novriandika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304102010043

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

A B S T R A K

Puli adalah sebuah mekanisme yang terdiri dari roda, pada sebuah poros yang memiliki alur diantara dua pinggiran di sekelilingnya. Kegagalan pada puli sering kali terjadi akibat beban berlebih, dan kelebihan putaran seperti yang terjadi pada puli poros engkol truk tipe 130 HD. Pada bulan desember 2016 puli poros engkol truk ini mengalami kegagalan yang membuat truk tidak bisa beroperasi. Untuk dapat mengetahui penyebab kegagalan pada puli tersebut, dilakukan pengujian menggunakan metode eksperimental dan simulasi. Hasil pengujian eksperimental yang telah dilakukan pada lokasi retakan puli poros engkol. Retakan berasal dari sudut area alur pasak , yang mengalami perambatan dan akhir retakannya pada sudut bagian dalam alur pasak. Jadi dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penyebab kegagalan terjadi karena fillet pada bagian alur pasak memiliki sudut yang tajam yang menyebabkan adanya kosentrasi tegangan pada daerah tersebut dan kekerasan pada daerah tersebut lebih lunak daripada bagian luarnya sehingga menyebabkan terjadinya retakan. Hasil simulasi puli yang dilakukan dengan momen puntir yang diberikan sebesar 29 Kgf.m, didapat hasil tegangan sebesar 800 MPa, regangan sebesar 0,187 mm/mm dan tegangan geser sebesar 340 MPa. Hasil yang didapat tersebut lebih besar dari tegangan (450Mpa), regangan (0,002 mm/mm), dan tegangan geser (146 MPa) yang diizinkan, sehingga dapat menjadi salah satu penyebab kegagalan. Faktor intensitas tegangan (KI) yang didapat lebih besar dari ketangguhan retak (KI ? KIC) sehingga menghasilkan perambatan retak.
Kata kunci : puli, kelelahan, tegangan, regangan, faktor intensitas tegangan, kegagalan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK