Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN SISTEM LINEAR MAX-PLUS INVARIANT (SLMI) PADA PENGOPTIMALAN WAKTU AKTIVITAS PRODUKSI (STUDI KASUS PRODUKSI TAHU SOLO DI PIDIE)
Pengarang
HUSNUL KHATIMAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1308101010038
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Matematika (S1) / PDDIKTI : 44201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sistem Linear Max-Plus Invariant (SLMI) merupakan salah satu pendekatan dalam aljabar max-plus untuk memudahkan penyelesaian persamaan non-linear dalam Sistem Kejadian Diskrit (SKD) menjadi persamaan linear. Salah satu sistem dari Sistem Kejadian Diskrit adalah sistem produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimal penjadwalan secara periodik dari waktu sistem Produksi Tahu Solo di Pidie. Untuk mendapatkan sebuah jadwal periodik, langkah awal yang harus dilakukan adalah memodelkan sistem produksi ke dalam SLMI. Selanjutnya dilakukan analisis input-output SLMI dengan kondisi awal x_0 (k)=[0,?,?,…,?] dan vektor input u(k)=[u(0), u(1), ..., u(k-1) ]^T, maka output-nya berupa y(k) yang harus dikonversi sesuai dengan waktu referensi yang digunakan sehingga didapatkan jadwal periodik. Namun apabila konsumen memesan dan menentukan waktu pengambilan pesanan, maka produsen dapat mengoptimisasi input-output SLMI dengan menghitung subpenyelesaian terbesar u ?, y ?, u ? dan y ?. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penjadwalan Produksi Tahu Solo secara periodik didapatkan dari analisis input-output SLMI dan optimisasi input-output SLMI. Analisis input-output menunjukkan bahwa sehari pabrik hanya dapat melakukan 3 kali produksi, apabila produksi I dimulai pada pukul 08.00 WIB, maka produksi I akan selesai pada pukul 11.06 WIB. Produksi II dimulai pada pukul 08.53 WIB akan selesai pada pukul 11.59 WIB, dan Produksi II dimulai pada pukul 09.46 WIB akan selesai pada pukul 12.52 WIB. Sedangkan jadwal dari hasil optimisasi input-output SLMI digunakan produsen apabila konsumen memesan dan menentukan waktu pengambilan pesanan sehingga produsen dapat memilih waktu produksi yang diinginkan.
Kata kunci : Sistem Linear Max-Plus Invariant, Sistem Kejadian Diskrit, Analisis Input-Output SLMI, Optimisasi Input-Output SLMI, Jadwal Periodik.
Tidak Tersedia Deskripsi
DAMPAK INDUSTRI TAHU SOLO TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT GAMPONG PUNGE BLANG CUT JAYA BARU KOTA BANDA ACEH (Linuri Ganda, 2025)
ANALISIS YANG MEMPENGARUHI FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI DAN PEMASARAN TAHU PADA HOME INDUSTRI DI KOTA BANDA ACEH (Surya Imam Buchari , 2016)
PENGARUH LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.) (UMMI KALSUM, 2023)
EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI PINANG DI KABUPATEN PIDIE(STUDI KASUS DI KECAMATAN PADANG TIJI) (RIZA AZHARI, 2015)
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN RENTABILITASI PADA USAHA TAHU MAWAR DI KOTA BANDA ACEH (Andriana, 2020)