PENGARUH DOSIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH INCEPTISOL KRUENG RAYA ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DOSIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH INCEPTISOL KRUENG RAYA ACEH BESAR


Pengarang

ILHAMSYAH RAMADDAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405101050066

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Cabai merah (Capsicum annum L.) berasal dari Amerika Tengah tepatnya daerah Guanahani yang sekarang merupakan wilayah San Salvador. Produksi cabai di Aceh mengalami fluktuatif disebabkan teknik budidaya yang kurang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman ialah dengan pemupukan, salah satunya penggunaan pupuk hayati. Pupuk hayati mikoriza dapat bertindak sebagai biofertilizer dan bioprotektor untuk pertumbuhan dan produksi berbagai jenis tanaman. Upaya meningkatkan produksi cabai merah selain dengan pemberian pupuk hayati mikoriza, penggunaan varietas yang tepat dapat menjadi salah satu keunggulan dalam sistem budidaya untuk peningkatan produksi.
Penelitian ini mengguakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis mikoriza campuran (D) terdiri dari 3 taraf yaitu, kontrol, 5 g/tanaman dan 10 g/tanaman. Faktor kedua adalah varietas cabai (V) yang terdiri dari 2 taraf yaitu, PM-999 (Hibrida) dan Perintis (Lokal). Secara keseluruhan perlakuan terdapat 6 kombinasi dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Terdapat 2 seri percobaan yaitu seri A dan seri B, seri A untuk pengambilan data pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, sedangkan seri B untuk pengambilan data infeksi akar tanaman oleh mikoriza. Setiap bedeng terdapat 10 tanaman, jadi jumlah seluruhnya adalah 360 tanaman.
Perlakuan dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati, mulai dari pertumbuhan hingga hasil tanaman cabai. Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terbaik adalah pada dosis mikoriza 10 g/tanaman. Perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 45 HST, diameter batang umur 40 dan 45 HST, jumlah cabang produktif, berat buah, panjang buah, berat kering tanaman, dan potensi hasil. Selain itu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, diameter batang umur 30 HST, berat basah tanaman, berat basah akar dan berat kering akar, serta berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buah dan persentase kolonisasi mikoriza. Secara keseluruhan varietas Perintis lebih baik dibandingkan varietas PM-999.
Terdapat interaksi sangat nyata antara dosis mikoriza dengana varietas terhadap parameter jumlah cabang produktif, selain itu interaksi nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST, berat buah, panjang buah, jumlah buah dan potensi hasil, kombinasi terbaik dijumpai pada perlakuan dosis mikoriza 10 g/tanaman dan varietas Perintis.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK