STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN LEMBAGA ADAT KEUJRUEN BLANG/GABUNGAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (GP3A) DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DI KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN LEMBAGA ADAT KEUJRUEN BLANG/GABUNGAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (GP3A) DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DI KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Rahmat Fadhillah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200240020

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.173 18

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keujruen blang merupakan seorang yang memiliki kemampuan khusus di bidang
pengelolaan dan penataan pertanian dan mempunyai jabatan asistensi kepala desa dalam
mensejahterakan petani. Keujruen blang memiliki kriteria yang berkepribadian tekun,
disiplin, berpengalaman dalam bidangnya dan menguasai hokum adat pertanian. Dalam
tesis ini menguraikan hasil penelitian tentang Strategi peningkatan pemanfaatan lembaga
adat keujruen blang/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dalam
meningkatkan produksi padi di Kabupaten Pidie. Penelitian ini penting mengingat
keberadaan lembaga keujruen blang sangat diperlukan masyarakat tani dalam kegiatan
pertanian sawah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif,
yakni metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian dengan
akumulasi data-data yang diperoleh.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa peran dan fungsi keujruen blang
dalam menggerakkan kerjasama masyarakat tani belum maksimal. Apa yang dilakukan
keujruen hanyalah melaksanakan tugas rutinitas semata yang bersifat fragmatis, sehingga
tidak menyentuh pokok persoalan penyebab menurunnya semangat gotong royong
tersebut. Anggota keujruen blang belum memahami tugas pokok sebagai penggerak
motivasi masyarakat tani, selain itu keujruen blang juga belum memiliki pencatatan notaris
sebagai suatu lembaga yang terdata di kabupaten. Lembaga keujruen blang tidak memiliki
visi, misi dan tujuan yang jelas serta kurangnya sarana dan sumber daya yang tersedia
dikabupaten dalam meningkatkan kemampuan lembaga keujruen blang. Tidak optimalnya
fungsi irigasi juga merupakan kendala utama pengembangan lembaga keujruen blang.
Disamping masalah lemahnya kepemimpinan lokal, struktur organisasi yang kurang
mendidik, minimnya intervensi pemerintah, dan sebagian dari substansi aturan adat sudah
kurang relevan dengan kondisi masyarakat tani sekarang.
Untuk meminimalisir masalah yang terjadi dalam lembaga keujruen blang,
diperiukan reorientasi kepemimpinan keujruen dari peranan yang terpaku pada
pelaksanaan tugas rutinitas semata ke peran sebagai seorang agen perubahan (change
agent) yang mampu melakukan pembaharuan bagi organisasi, pembenahan irigasi,
penyadaran masyarakat tani dan pemerintah, serta redefinisi aturan adat dan restrukturisasi
kelembagaan keujruen blang

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK