Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TEKNIK PEMATAHAN DORMANSI SECARA FISIK DAN KIMIA TERHADAP VIABILITAS BENIH AREN (ARENGA PINNATA MERR.)
Pengarang
ISMATURRAHMI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1305101050078
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman aren termasuk tanaman yang memiliki banyak manfaat, hampir seluruh bagian tanaman aren dapat dimanfaatkan yaitu sebagai penghasil nira (bahan utama gula aren, alkohol, dan cuka), sumber energi yang terbaru yaitu bioethanol, sumber karbohidrat (tepung), sebagai bahan campuran minuman seperti kolang-kaling, bahan bangunan (batang) dan dapat juga digunakan sebagai tanaman konservasi untuk lahan-lahan kritis. Namun di samping banyaknya manfaat yang dimiliki oleh tanaman aren, benih aren memerlukan waktu relatif lama untuk berkecambah karena benih aren memiliki struktur kulit yang tebal dan keras. Untuk mempercepat perkecambahan benih aren dapat dilakukan usaha pematahan dormansi baik itu secara fisik dan kimia. Pematahan dormansi secara fisik yaitu dengan pelukaan benih didekat embrio dan digosok dengan kertas pasir, sedangkan pematahan dormansi secara kimia yaitu dengan melakukan perendaman benih dalam larutan seperti KNO3, HCl, H2SO4 dan hormon Giberelin (GA3).
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pematahan dormansi secara fisik dan pematahan dormansi secara kimia terhadap viabilitas benih aren. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, yang telah berlangsung dari bulan Juli sampai dengan November 2017.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 dengan tiga ulangan. Faktor yang diteliti yaitu pematahan dormansi secraa fisik yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa perlakuan fisik, digosok dengan kertas amplas, digores dengan cutter dan menghilangkan selaput gabus pada hilum. Faktor kedua yaitu konsentrasi KNO3 terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, Konsentrasi KNO3 0,3%; 0,5%; dan
0,7%. Adapun parameter yang diamati adalah potensi tumbuh, daya berkecambah, nilai penundaan perkecambahan, kecepatan tumbuh, indeks vigor, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan total (T50) dan keserempakan tumbuh.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan secara fisik terhadap viabilitas benih aren yang terbaik dijumpai pada perlakuan digores dengan cutter (S2).
Tidak Tersedia Deskripsi
VIABILITAS DAN VIGAOR BENIH AREN (ARENGA PINNATA) AKIBAT PEMATAHAN DORMANSI MELALUI SKARIFIKASI SECARA FISIK DAN KIMIA (Ayu Rahayu, 2024)
PENGARUH MEDIA KECAMBAH DAN CARA PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP VIABILITAS BENIH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) (Ade Murdani, 2024)
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN EPIFIT PADA ARENGA PINNATA (WURM.) MERR. DI KAWASAN GUNUNG MATA IE KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR (Evi Susanti Putri, 2024)
KELIMPAHAN ARENGA DAN KERAGAMAN SPESIESRN EPIFITNYA DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (Kholil yusra, 2022)
KAJIAN NIRA DAN GULA MERAH PADA BEBERAPA JENIS TUMBUHAN FAMILIA ARECACEAE (HUSNUL ZAHARA, 2017)