PENGARUH KONSENTRASI AUKSIN DALAM HYDROPRIMING BENIH CABAI KADALUARSA TERHADAP VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI AUKSIN DALAM HYDROPRIMING BENIH CABAI KADALUARSA TERHADAP VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT


Pengarang

BELANGIE TUAHTE GUNDALA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405101050042

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Belangie Tuahte Gundala. 1405101050042. Pengaruh Konsentrasi Auksin Dalam
Hydropriming Benih Cabai
RINGKASAN
Cabai
-1
tahun
-1
namun produktivitas cabai tahun
2016 mengalami penurunan sebesar 8,47 ton ha
-1
tahun
-1
atau terjadi penurunan sebesar
2,05%. Penurunan produktivitas cabai di Indonesia salah satunya dikarenakan petani masih
menggunakan benih yang tidak bermutu. Pada dasarnya, benih merupakan organisme
hidup yang mutlak mengalami proses kemunduran dan akhirnya mati. Proses kemunduran
benih tidak dapat dicegah dan tidak dapat kembali namun dapat diperlambat dengan
perlakuan tertentu. Hydropriming adalah salah satu teknik peningkatan viabilitas benih
melalui proses hidrasi-dehidrasi benih dengan cara perendaman benih di dalam air untuk
kelangsungan proses metabolik menjelang perkecambahan benih. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh konsentrasi auksin dan tingkat kadaluarsa serta interaksi antara
konsentrasi auksin dan tingkat kadaluarsa terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan bibit
cabai yang telah mengalami kemunduran.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
0
= 0 g L
-1
air, K
1
= 2 g L
-1
air, K
2
= 4 g L
-1
air, dan K
3
= 6 g L
-1
air. Faktor kedua
yaitu tingkat kadaluarsa
1
= 4 bulan, T
= 8 bulan dan
T
= 12 bulan. Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing
kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 36 satuan percobaan.
Parameter viabilitas yang diamati adalah potensi tumbuh maksimum
3
Aplikasi Perlakuan diawali dengan menimbang berat awal benih dengan timbangan
analitik, setelah itu benih dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan direndam dalam 1 Liter
2aquades dengan menambah Indole Acetid Acid
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi auksin 2 g L
secara
efektif mampu meningkatkan viabilitas benih dan pertumbuhan bibit cabai kadaluarsa
berdasarkan nilai tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor,
keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh relatif, panjang akar primer, bobot
brangkasan segar dan bobot brangkasan kering. Tingkat kadaluarsa 4 bulan secara efektif
mampu meningkatkan viabilitas benih dan pertumbuhan bibit cabai kadaluarsa dilihat
berdasarkan nilai tolok ukur potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah, bobot
brangkasan kering dan tinggi bibit pada 7 HSPT. Interaksi antara konsentrasi auksin 2 g L
dan tingkat kadaluarsa 4 bulan secara efektif mampu meningkatkan nilai potensi tumbuh
maksimum dan tinggi bibit pada 7 HSPT, konsentrasi auksin 2 g L
-1
dan tingkat kadaluarsa
8 bulan secara efektif meningkatkan nilai tinggi tanaman pada 7 HSPT dan konsentrasi
auksin 0 g L
-1
dan tingkat kadaluarsa 4 bulan secara efektif meningkatkan nilai tinggi 14
HSPT.
-1
-1

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK