AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAKTERIOSIN PRODUKSI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) YANG DIISOLASI DARI USUS AYAM PETELUR SETELAH DIBERIKAN AKBISPROB TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN SALMONELLA SP. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAKTERIOSIN PRODUKSI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) YANG DIISOLASI DARI USUS AYAM PETELUR SETELAH DIBERIKAN AKBISPROB TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN SALMONELLA SP.


Pengarang
Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1402101010145

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAH HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAKTERIOSIN PRODUKSI BAKTERI
ASAM LAKTAT (BAL) YANG DIISOLASI DARI USUS AYAM
PETELUR SETELAH DIBERIKAN AKBISprob
TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan
Salmonella sp.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri bakteriosin
(supernatan bebas sel) Bakteri Asam Laktat (BAL) yang diisolasi dari usus ayam
petelur setelah diberikan AKBISprob 4% Perlakuan P1 (diberikan setiap hari);
P2 (diberikan tiga hari sekali); dan P3 (diberikan lima hari sekali). Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimental dilakukan secara in vitro menggunakan
metode Kirby Bauer agar difusi. Dua puluh empat isolat BAL yang diperoleh
dari penelitian sebelumnya berdasarkan aktivitas terhadap Bacillus subtilis.
Aktivitas antibakteri bakteriosin diukur berdasarkan zona hambat yang terbentuk
terhadap bakteri indikator. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 13 isolat BAL
yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan Salmonella sp.
Perlakuan P1 hanya ditemukan satu isolat BAL yaitu P1H2K1 yang berasal dari
usus halus (H) dengan diameter zona hambat pada E. coli 3 mm termasuk kuat
dan diameter zona hambat pada Salmonella sp. 1,3 mm termasuk lemah.
Perlakuan P2 ditemukan dua isolat BAL yaitu P2H3K1 dan P2S1K1 yang berasal
dari sekum (S) dengan rata-rata diameter E. coli 1,6-2,2 mm teermasuk lemah dan
Salmonella sp. 2,8-2,9 mm termasuk sedang. Perlakuan P3 ditemukan sepuluh
isolat BAL yaitu P3H1K1, P3H1K2, P3H1K3, P3H1K4, P3H2K1, P3S1K1,
P3S1K2, P3S3K1, P3S3K2, dan P3S3K3 dengan rata-rata diameter E. coli 1,2-5,3
mm termasuk lemah sampai kuat dan Salmonella sp. 1,3-4,1 mm termasuk lemah
sanpai kuat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bakteriosin produksi
BAL memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Salmonella sp.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK