PENGARUH VARIASI SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU BUBUK JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) MENGGUNAKAN OVEN PENGERING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH VARIASI SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU BUBUK JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) MENGGUNAKAN OVEN PENGERING


Pengarang

Mareti Adilisa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305106010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mareti Adilisa. 1305106010052. Pengaruh Variasi Suhu Pengeringan Terhadap Mutu Bubuk Jahe Merah (Zingiber officinale var Rubrum) Menggunakan Oven Pengering di bawah bimbingan Rita Khathir sebagai Pembimbing Utama dan Bambang Sukarno Putra sebagai Pembimbing Anggota.


RINGKASAN




Jahe merah memiliki rasa khas karena kandungan oleoresin sehingga berkhasiat sebagai obat-obatan. Permasalahan yang ditemui adalah umur simpan jahe merah setelah panen tidak tahan lama, karena mengandung kadar air yang cukup tinggi serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengeringan jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap mutu bubuk jahe merah menggunakan oven pengering.
Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah oven pengering, sikat, pisau, alat pengiris, jam tangan, wadah, timbangan analitik, humiditymeter, blender dan ayakan 60 mesh. Sedangkan bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebanyak 10 kg dan air bersih. Perlakuan yang diberikan adalah varisai suhu pengeringan pada oven pengering yaitu suhu 50oC, 60oC dan 70oC dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 9 satuan percobaan. Parameter penelitian meliputi kelembaban relatif, waktu pengeringan, laju pengeringan, energi pengeringan, efisiensi pengeringan, kadar air, rendemen, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, serta rasa. Data uji organoleptik yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suhu pengeringan 70°C menghasilkan waktu pengeringan paling singkat (7,64 jam), laju pengeringan terbesar (15,233 %bk/jam) dan efisiensi pengeringan tertinggi 2,68%. Variasi suhu pengeringan memberikan pengaruh nyata terhadap uji organoleptik hedonik warna dan aroma, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap uji organoleptik hedonik rasa. Namun demikian konsumen menilai perlakuan suhu 50°C lebih baik, dimana diperoleh nilai kelembaban relatif sebesar 81,4%, waktu pengeringan 15,61 jam, laju pengeringan 5,45 %bk/jam, efisiensi pengeringan 1,32%, rendemen 24,09%, kadar air 9,72%, dan uji organoleptik hedonik terhadap warna dan aroma mendapat skor 4 (suka).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK