Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
EVALUASI KONDISI KOMPONEN FISIK, NON-FISIK SERTA PASAR PRASARANA BANGUNAN PASAR TERHADAP UPAYA RELOKASI PASAR SAYUR DAN BUAH PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH
Pengarang
effan fahrizal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200060079
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
711.552 2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kawasan Peunayong merupakan kawasan perdagangan dan jasa, juga sebagai kawasan wisata heritage yang berada di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Sejak diresmikan pada tahun 2007 hingga saat ini Pasar Sayur dan Buah Peunayong tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pedagang hanya mau berjualan di lantai satu, dan di sepanjang koridor jalan RA. Kartini, sedangkan lantai dua dan tiga tidak ditempati. Dalam menyikapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya melakukan relokasi Pasar Peunayong ke pasar terpadu di kawasan Lampulo, yang saat ini sedang dibangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pedagang tidak menempati gedung pasar Sayur dan Buah Peunayong, mengidentifikasi persepsi pembeli terhadap upaya relokasi Pasar Sayur dan Buah Peunayong, dan mengevaluasi komponen fisik, non fisik serta prasarana Pasar Sayur dan Buah Peunayong. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif melalui observasi dan wawancara, serta metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah pedagang sebanyak 70 orang, dan pembeli sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan pedagang tidak menempati gedung Pasar Sayur dan Buah Peunayong adalah pembeli tidak mau naik ke lantai 2, tidak adanya aksesibilitas yang baik bagi pedagang dan pembeli, adanya kendala sirkulasi barang, dan jumlah kios dan los tidak cukup menampung seluruh pedagang. Persepsi pembeli terhadap upaya relokasi pasar Sayur dan Buah Peunayong adalah, dibangun gedung pasar baru yang dapat menampung seluruh pedagang, memiliki fasilitas umum yang lengkap, dan desain yang mengikuti SOP Kemendag. Evaluasi bangunan Pasar Sayur dan Buah Peunayong pada komponen fisik, umumnya tidak sesuai peraturan yang berlaku dengan tingkat kesesuaian sebesar 36,84%. Komponen non fisik, menunjukkan tempat berdagang di lantai 2 sebanyak 92 lapak, tidak sanggup menampung 185 pedagang yang berjualan di jalan RA. Kartini dan area sekitarnya. Prasarana pasar, pada umumnya sesuai peraturan yang berlaku dengan tingkat kesesuaian sebesar 73,33%.
Kata Kunci: Pasar, tradisional, fisik, non fisik, prasarana, relokasi, kesalahan desain
Tidak Tersedia Deskripsi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM RELOKASI PUSAT PASAR TRADISIONAL PEUNAYONG (DM MAULIDIA RAHMI, 2022)
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN RELOKASI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS PASAR AL MAHIRAH–LAMDINGIN) (Cut Fitri Januarti, 2023)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SAYURAN DI PASAR TRADISIONAL KOTA BANDA ACEH (IRNA MULYANTI, 2016)
PUSAT PASAR BUAH DAN SAYUR DI PEUNAYONG TEMA : ARSITEKTUR TROPIS (Novianti, 2024)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PASAR PEUNAYONG KE PASAR AL MAHIRAH LAMDINGIN KOTA BANDA ACEH (Nurlia, 2022)