INDEKS KERENTANAN SEISMIK MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INDEKS KERENTANAN SEISMIK MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Febrina Rahmayani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304107010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.58

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Litologi Kota Banda Aceh merupakan daratan yang membentuk suatu graben didominasi oleh endapan alluvial sungai dan pantai yang tergolong dalam tanah lunak. Kota Banda Aceh terletak diantara dua Sesar yaitu Sesar Segmen Aceh dan Segmen Seulimum yang dapat menghasilkan gempa yang bersifat merusak. Oleh karena itu, Banda Aceh adalah salah satu kota yang paling rentan secara seismik. Untuk mengetahui tingkat bahaya gempa bumi yang ditimbulkan maka dilakukan survei mikrotremor sebagai referensi untuk mitigasi bahaya gempa bumi. Survei mikrotremor dilakukan untuk menentukan karakteristik dinamik lapisan permukaan, seperti frekuensi dominan (fo), faktor amplifikasi (A), dan indeks kerentanan seismik (Kg). Indeks kerentanan seismik pada suatu wilayah dapat dianalisis dengan membandingkan spektrum horizontal dan spektrum vertikal dengan menggunakan metode Horizontal to Vertikal Spectral Ratio (HVSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Banda Aceh memiliki nilai indeks kerentanan seismik dari 20 hingga 250, wilayah yang memiliki nilai indeks kerentanan seismik tinggi yaitu Kecamatan Meuraxa, Baiturrahman, Kuta Alam, dan Syiah Kuala. Nilai frekuensi dominan Kota Banda Aceh yaitu 0.13 Hz hingga 0.48 Hz, dengan wilayah yang memiliki nilai frekuensi dominan tinggi berada pada Kecamatan Ulee Kareng, Lueng Bata, Banda Raya dan Jaya Baru. Nilai amplifikasi Kota Banda Aceh berkisar antara 2.5 hingga 8.9 dengan wilayah yang memiliki nilai amplifikasi tinggi yaitu Kecamatan Meuraxa, Baiturrahman, dan Jaya Baru, serta sebagian wilayah Kecamatan Syiah Kuala dan Kuta Alam. Wilayah yang memiliki nilai amplifikasi dan nilai indeks kerentanan seismik tinggi rata-rata terletak dekat dengan pantai.

Kata kunci : graben, alluvial, mikrotremor

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK