Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PADA PORTER BANDARA (STUDI KASUS : PT.GAPURA ANGKASA, BANDARA SULTAN ISKANDAR MUDA ACEH BESAR)
Pengarang
Sumarjo Kasmi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304106010041
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PADA PORTER BANDARA
ABSTRAK
Beban kerja adalah suatu hal yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas, lingkungan kerja, keterampilan dan perilaku pekerja. Salah satu beban kerja ini adalah aktivitas loading pada area Grounghandling bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar masih menggunakan Manual Material Handling (MMH) sehingga dapat menyebabkan cedera pada sistem tulang dan otot (Musculoskeletal Disorders). Beban kerja ini meliputi proses pengangkatan barang dengan jumlah angkat antara 70 sampai dengan 90. Beban angkat antara 5 sampai 30 kg dengan tuntutan waktu yang cukup singkat untuk sekali penerbangan. Dalam pengidentifikasian beban kerja tersebut dibagi atas beban kerja fisik yang diselesaikan dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Lifting Index (LI), beban kerja mental yang diselesaikan dengan menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA TLX). Dari hasil pengukuran 12 porter, hasil dari kuesioner Nordic Body Map adalah jenis keluhan sakit yang paling banyak yaitu sakit pada pinggang dan beban angkat aktual yang direkomendasikan dengan tingkat Lifting Index (LI) lebih besar dari 1 (LI>1) yaitu 14 untuk titik origin dan 3 untuk titik destination sehingga berpotensi menyebabkan risiko cedera tulang belakang dan otot (Musculoskeletal Disorders). Hasil kuesioner National Aeronautics and Space Administration Task Load Index menunjukkan bahwa beban mental yang tinggi dialami oleh porter selama proses bekerja dan dipengaruhi oleh faktor lain yaitu tuntutan waktu. Usaha yang perlu dilakukan untuk meminimasi cedera dan beban kerja ini dibutuhkan alat bantu seperti towable conveyor belt loader, pengurangan jarak horizontal dan vertikal serta beban angkat.
Kata Kunci : Beban Kerja, Lifting Index (LI), Nordic Body Map (NBM), National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA TLX).
Tidak Tersedia Deskripsi
PERHITUNGAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA PT. ANGKASA PURA II KANTOR CABANG BANDARA SULTAN ISKANDAR MUDA ACEH (Rizky Ananda Hendrico, 2015)
AKUNTANSI PENDAPATAN AERONAUTIKA PADA PT. ANGKASA PURA II (PERSERO) CABANG SULTAN ISKANDAR MUDA (TEUKU AULIA SUKMA, 2018)
MEKANISME PEMOTONGAN PPH PASAL 23 ATAS PENDAPATAN JASA NON AERONAUTIKA PADA PT. ANGKASA PURA II CABANG BANDARA SULTAN ISKANDAR MUDA (TRIA FARAH AMZA, 2017)
PERKEMBANGAN BANDARA SULTAN ISKANDAR MUDA 1943-2015 (Rejeki, 2017)
PROSEDUR PEMOTONGAN, PENYETORAN SERTA PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 ATAS JASA TEKNIK PADA PT. ANGKASA PURA II (PERSERO) CABANG BANDARA INTERNASIONAL SULTAN ISKANDAR MUDA (RAIHAN TASYA, 2018)