STRATEGI PENYEDIAAN BENIH KEDELAI ANTAR LAPANG DAN ANTAR MUSIM DI BALAI BENIH TANAMAN PANGAN ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STRATEGI PENYEDIAAN BENIH KEDELAI ANTAR LAPANG DAN ANTAR MUSIM DI BALAI BENIH TANAMAN PANGAN ACEH


Pengarang

Maimun - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200240013

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.34

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

STRATEGI PENYEDIAAN BENIH KEDELAI ANTAR LAPANG DAN ANTAR MUSIM DI BALAI BENIH TANAMAN PANGAN ACEH
Oleh :
Maimun1, Romano2 dan Ismayani3
mutiaramaimun@yahoo.com
ABSTRAK
Benih menjadi salah satu faktor utama yang menjadi penentu keberhasilan dalam budidaya tanaman. Penggunaan benih bermutu dapat produksi tanaman kedelai jika diikuti dengan perlakuan agronomi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi; Balai Benih Tanaman Pangan mendorong sistem perbenihan antar lapang antar musim; dan mengatur persebaran benih unggul bersertifikasi yang merata antar lapang dan antar musim untuk seluruh Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan jumlah sampel 36 unit observasi 3 lapang dan 12 penangkar benih kedelai di tiga wilayah pengembangan kedelai. Hasil peneitian menunjukkan bahwa proram jaringan benih kedelai antar lapang atar musim belum terlaksana secara konsisten di tiga wilayah pengembangan (Lapang 1, Lapang 2 dan Lapang 3). Kemampuan produksi benih untuk penyediaan benih pada tiga kawasan di atas rata-rata hanya 27,6 persen dari kebutuhan benih sesuai dengan target dan realisasi tanam pada tahun 2012 s/d 2016. Hasil penelitian ini yang menggunakan jaringan benih antar lapang dan antar musim pada tahun 2015 hanya 32 ton yang diperuntukan bagi lokasi pemantapan produksi seluas 640 Ha di Kab. Pidie, Pidie Jaya dan Kab. Aceh Timur. Jabalsim benih kedelai di Aceh sebagian kecil (27,6 %) telah memenuhi kebutuhan benih antar musim, akan tetapi belum mampu mendistrribusikan tepat waktu antar lapang. Pola produksi benih kedelai jabalsim di Lapang 1 sebesar 93,5 persen telah mengikuti pola tanam kedelai, sehingga mampu memenuhi kebutuhan benih kedelai di wilayah ini. Berbeda dengan pola produksi Lapang 2 dan Lapang 3, hanya 6,5 persen kebutuhan benih yang terpenuhi, kekurangannya didatangkan dari luar wilayah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK