ANALISIS STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI ANGGARAN DESA DI KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI ANGGARAN DESA DI KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

Alja Yusnadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200240014

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan Menganalisis pemanfaatan anggaran desa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui BUMDes di Kabupaten Aceh Selatan, serta Menganalisis faktor apa saja yang dapat menjadi penghambat dan menganalisis strategi pemberdayaan ekonomi dengan menggunakan metode survei. Data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan BUMDes di Kabupatem Aceh Selatan. Analisis SWOT digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan anggaran desa. Penelitian ini memeriksa keseluruhan desa yang ada di Aceh Selatan, sebanyak 260 desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi pemberdayaan ekonomi melalui anggaran desa di Kabupaten Aceh Selatan dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan penguatan BUMDes, baik itu pelatihan manejerial, pelatihan bisnis, maupun sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya penguatan BUMDes. Pemanfaatan anggaran desa untuk pemberdayaan ekonomi dilakukan dalam bentuk: a. Distribusi anggaran desa untuk BUMDes pada tahun 2016 sebesar Rp. 2.248.325.634 (1,04%), b. Pelibatan tenaga kerja sebesar 2.196 orang dengan nilai dari pemanfaatan tenaga kerja sebesar Rp. 5.270.400.000, c. Pencapaian pendapatan dari usaha BUMDes sebesar Rp.791.825.000/tahun, dengan pemanfaatan gedung desa sekitar 282 unit dengan nilai Rp. 846.000.000, d. Terjadi perputaran uang sebesar Rp. 6.908.225.000 dari nilai investasi untuk BUMDes pada tahun 2016 sekitar Rp. 2.248.325.634. Faktor penghambat pemanfaatan anggaran untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah rendahnya sumber daya manusia, kurangnya kepercayaan masyarakat, kurangnya kemampuan manajemen dan ketidakmampuan menemukan sektor apa yang ingin diusahakan atau kurangnya ide kreatif

Kata Kunci : Strategi pemberdayaan, Ekonomi masyarakat, Anggaran Desa, BUMDes.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK