Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DISFEMISME BAHASA ACEH DALAM TUTURAN MASYARAKAT GAMPONG ATONG KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR
Pengarang
Zahratul Husna - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206102010059
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
499.221
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Husna, Zahratul. 2016. Disfemisme Bahasa Aceh dalam Tuturan Masyarakat Gampong Atong Kecamatan Montasik Aceh Besar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Drs. Yusri Yusuf, M.Pd. (2) Drs. Ridwan Ibrahim, M.Pd.
Kata kunci: Disfemisme, bahasa Aceh
Penelitian ini berupaya mengungkapkan disfemisme dalam bahasa Aceh. Secara khusus, mengkaji masalah ungkapan disfemisme yang digunakan oleh masyarakat Gampong Atong, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan bahasa Aceh masyarakat Gampong Atong, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, rekam, catat dan introspeksi. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat ungkapan disfemisme dalam bahasa Aceh di Gampong Atong. Adapun ungkapan disfemisme tersebut berfungsi, (1) sebagai panggilan, (2) kata seru, dan (3) Menunjukkan kebanggaan. Ungkapan disfemisme tersebut memiliki beberapa referensi, yaitu (1) panca indera, (2) kelamin, (3) binatang, (4) sikap, (5) perilaku, dan (6) penyakit. Ungkapan disfemisme yang bereferensi panca indera terdiri atas (a) kloe dan (b) dibleuet. Ungkapan disfemimse yang bereferensi kelamin terdiri atas (a) p?k ma. Ungkapan disfemisme yang bereferensi binatang terdiri atas (a) lag?e bui, (b) as? t ta'euen , dan (c) ngöng lag?e as?. Ungkapan disfemisme yang bereferensi sikap yaitu, hana that jam. Ungkapan disfemisme yang bereferensi perilaku terdiri atas (a) sangak, (b) udok, (c) takat, (d) karaba, (e) kông, (f) takuran, (g) lok-lok, (h) kom, (i) mamöh, (j) kuhok, (k) eumpeuen prut, (l) ‘ok leumo, (m) ‘ok ma, (n) hana at?. Ungkapan disfemisme yang bereferensi penyakit terdiri atas (a) h? taeuen, (b) pungoe bui, (c) waba kireueuh, dan (d) budôk.
Tidak Tersedia Deskripsi
DISFEMISME BAHASA ACEH DALAM TUTURAN ANAK-ANAK DI GAMPONG ULEE LHAT, MONTASIK, ACEH BESAR (KHAIRATIN NISAK, 2018)
VARIASI BAHASA ACEH DIALEK ACEH BESAR DAN BAHASA ACEH DIALEK PIDIE PADA MASYARAKAT ACEH DI KOTA SABANG (mauliana, 2013)
DISFEMISME BAHASA KLUET DALAM TUTURAN MASYARAKAT RNDI KABUPATEN ACEH SELATAN (FERA MAIROJA, 2022)
DISFEMISME BAHASA KLUET DALAM TUTURAN MAHASISWA KLUET DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Veny lidya rezkiani, 2024)
PERBANDINGAN BAHASA JAMEE DIALEK SINGKIL DENGAN BAHASA JAMEE DIALEK SINABANG (Suliyanti, 2021)