Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PERBANDINGAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENYIMPANAN DAN PENYEBARAN MUATAN PORNOGRAFI DALAM KUHP DAN UU PORNOGRAFI
Pengarang
Miftahul Khairi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1303101010049
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
344.054
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
(IDA KEUMALA JEUMPA, S.H., M.H.)
Dalam KUHP pornografi digolongkan dalam tindak pidana kesusilaan, KUHP tidak mengatur secara tegas mengenai setiap tindak pidana pornografi termasuk tindak pidana penyimpanan dan penyebaran muatan pornografi tetapi ada Pasal 281-283 yang dapat dikenakan untuk tindak pidana ini. Berbeda dengan KUHP, UU Pornografi sudah lebih konkrit mengatur setiap jenis tindak pidana baik penyimpanan maupun penyebarannya, namun dalam UU Pornografi terdapat permasalahan tentang batasan-batasan pornografi yang kurang jelas, karena tidak semua orang mempunyai pandangan yang sama terhadap porno atau tidaknya sesuatu. Dalam kenyataannya banyak orang yang menganggap pornografi sebagai sebuah karya seni dan tidak jarang orang bermata pencaharian dan bekerja dalam bidang tersebut seperti membuat karya-karya film.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang pelarangan penyimpanan dan penyebarluasan muatan pornografi baik perbuatannya, subjek maupun pemidanaannya dalam KUHP dan UU Pornografi.
Untuk memperoleh data di dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari buku-buku dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembahasan ini. Semua data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbuatan penyimpanan muatan pornografi tidak dapat dipidana jika seseorang menyimpan muatan pornografi tersebut dengan maksud untuk dirinya sendiri atau untuk dinikmati sendiri. Perbuatan menyebarkan muatan pornografi tidak hanya berupa lembar-lembar kertas atau semacamnya yang dibagi-bagikan kepada orang banyak, namun juga termasuk membuat dapat diaksesnya oleh khalayak umum. Subjek hukum dalam KUHP untuk tindak pidana pornografi dapat berupa orang dewasa dan orang yang belum berumur 17 tahun. Sementara, UU Pornografi lebih jauh mengatur tentang subjek anak dan badan hukum yakni korporasi. Rumusan pemidanaan dalam KUHP untuk tindak pidana penyimpanan dan penyebaran muatan pornografi dapat di jatuhi pidana alternatif yaitu pidana penjara atau denda dengan sanksi yang lebih ringan, sementara dalam UU Pornografi rumusan pidana kumulatif yaitu pidana penjara dan/atau denda dengan sanksi pidana yang lebih berat.
Disarankan supaya baik pasal dalam KUHP maupun UU Pornografi dapat diimplementasikan dengan baik. Disarankan supaya masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan muatan pornografi.
Tidak Tersedia Deskripsi
TINDAK PIDANA PEMERASAN DAN PENGANCAMAN DENGAN MOTIF PENYEBARAN MUATAN PORNOGRAFI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI ACEH SINGKIL) (ALFI SOFYAN JORA, 2022)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENYALAH GUNAAN APLIKASI STREAMING “BIGO LIVE” DALAM KONTEN PORNOGRAFI (CUT SARAH NADIA, 2017)
TINDAK PIDANA PEMERASAN DAN ANCAMAN PENYEBARAN PRODUK PORNOGRAFI SECARA ELEKTRONIK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI) (TASYA NAZILA, 2022)
TINDAK PIDANA PENYEBARAN KONTEN PORNOGRAFI MELALUI MEDIA SOSIAL (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SABANG) (NAUFAL AKRAM, 2022)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PORNOGRAFI BALAS DENDAM (Sentia Ulan Dari, 2024)