Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENYELESAIAN SENGKETA PERJANJIAN BAGI HASIL PENGELOLAAN LAHAN PERKEBUNAN MELALUI HUKUM ADAT DI KECAMATAN PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH
Pengarang
Kartika Yusuf - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1203101010189
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.043
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Setiap perjanjian dapat dibuat secara tertulis maupun tidak tertulis, selama syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Semua perjanjian yang sah berlaku sebagai Undang-Undang bagi mereka yang membuatnya sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 KUHPerdata. Dalam konteks Hukum Adat ada beberapa syarat sahnya perjanjian yaitu apabila dilakukan dengan tunai, terang dan adanya para saksi. Adapun pelaksanaan perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan di Desa Buntul Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah tidak dilaksanakan sebagaimana kesepakatan awal sehingga menimbulkan persengketaan dengan apa yang telah diatur dalam hukum adat.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan di Kecamatan Permata, faktor penyebab terjadinya sengketa perjanjian bagi hasil, dan cara penyelesaian sengketa tersebut.
Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini ialah metode yuridis empiris, dimana data dalam penulisan skripsi ini diperoleh dari penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder yaitu dengan mempelajari buku-buku, teks, teori-teori, peraturan perundang-undangan, tulisan ilmiah yang berkitan dengan perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yaitu dengan mewawancarai responden dan informan yang terlibat dalam perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan antara para pihak yang terjadi di Kecamatan Permata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan dilakukan secara lisan (hukum adat) dan tanpa di hadiri para saksi, perbuatan ini yang menimbulkan faktor penyebab terjadinya sengketa. Penyelesaian sengketa perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan dilakukan secara musyawarah kekeluargaan dan upacara adat gayo yang disebut dengan“Tepung Tawar Dedingin Sejuk Celala Bengi.”
Disarankan kepada masyarakat Kabupaten Bener Meriah yang melakukan praktik perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan dalam pelaksanaannya untuk turut melakukan perjanjian secara tertulis. Kepada Masyarakat sebaiknya melaksanakan perjanjian bagi hasil pengelolaan lahan perkebunan dengan mengikuti aturan yang telah diatur oleh hukumadatsetempat. Pemerintah dan perangkat hukum adat di kabupaten Bener Meriah diharapkan untuk mensosialisasikan kesetiap desa/kampung agar mengikuti sebagai panutan hukum adat serta mengaplikasikan kedalam kegiatan sehari-hari.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERAN PEMANGKU ADAT DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA/ PERSELISIHAN DI DESA NEGERI ANTARA KECAMATAN PINTU RIME GAYO KABUPATEN BENER MERIAH (Rika Julia Koto , 2016)
MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA WARIS DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (DESI AYU NINGSIH, 2019)
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN KOPI ARABIKA DI KECAMATAN PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH (Sazali, 2024)
PENYELESAIAN SENGKETA TANAH MELALUI MEDIASI DI DINAS PERTANAHAN KABUPATEN BENER MERIAH (MUHAMMAD AUFA AL TAQWA LUBIS, 2024)
PREDIKSI EROSI DI KEBUN KOPI RAKYAT DESA JUNGKE DAN DESA SENI ANTARA KECAMATAN PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH (Konadi, 2024)