PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS VII SMP NEGERI I KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS VII SMP NEGERI I KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Erniana Mentari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206102030015

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

370.152

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, tari
Penelitian berjudul “pelaksanaan pembelajaran seni tari di kelas VII SMP Negeri
1 Kuta Baro kabupaten aceh besar”. Mengangkatmasalah bagaimana aktivitas guru dan
siswa pada pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Kuta Baro kabupaten Aceh Besar
serta kendala-kendala apa saja yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan
pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 kuta baro kabupaten aceh besar. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikanaktivitas guru dan siswa pada pembelajaran seni tari di
kelas VII di SMP Negeri 1 Kuta Baro kabupaten Aceh Besar dan mendeskripsikan
kendala kendala apa saja yang dihadapi guru dan siswa pada pembelajaran seni tari di
SMP Negeri 1Kuta Baro kabupaten Aceh Besar Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian adalah deskriptif. Lokasi penelitian ini
dilaksanakandiSMP Negeri 1 Kuta Baro kabupaten Aceh Besar. Subjek yang digunakan
dalam penelitian adalah guru dan siswa kelas VII-1 dan objekpenelitian ini adalah
pelaksanaan pembelajaran seni tari.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
observasi,wawancara,dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data digunakan dengan
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa
padapelaksanaan aktivitas pembelajaran, hasil belajar siswa meningkat, dikarenakan
pada pembelajaran seni budaya guru menggunakan beberapa macam-macam metode
untuk membuat siswa lebih aktif dan kreatif saat belajar. Adapun kendala-kendala yang
dihadapi guru adalah:
1. Buku panduan seni budaya SMP
Sekolah SMP Negeri 1 Kuta Baro merupakan sekolah yang baru menggunakan
kurikulum 2013, jadi pada pembelajaran seni budaya buku panduan yang digunakan
untuk siswa belajar belum banyak yang tersedia, dikarenakan buku panduan Seni
Buadaya hanya guru saja yang memliki, buku yang dimiliki oleh guru hanya buku
pribadi, sedangkan siswa tidak memiliki sama sekali buku panduan tersebut
dikarenakan sekolah belum menyediakan. Jadi proses pembelajaran kurang efektif.
Serta siswa pun terkadang sulit dalam mengikuti pembelajaran di karenakan
kurangnya buku panduan seni budaya dan Siswa hanya berfokus apa yang diberi
oleh guru.
2. Proyektor
kendala yang sering terjadi salah satunya adalah proyektor, dikarenakan
Proyektor merupakan alat yang dapat membantu guru dalam aktivitas
pembelajaran, tetapi guru seni budaya jarang menggunakan proyektor tersebut.
Dikarenakan proyektor kurang tersedia di sekolah, yang tersedia hanya satu. Dari
hasil wawancara guru hanya menggunakan metode atau pendekatan seperti belajar
dalam bentuk kelompok , jadi guru pun lebih mudah dalam mengawasi siswa saat
belajar.
v
3. Siswa
Siswa adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi penting
dalam proses belajar,dalam belajar siswa juga banyak yang ingin meraih cita-cita
yang diinginkan. Siswa juga merupakan peserta didik yang banyak bermain dalam
belajar ada yang nakal saat belajar baik di sekolah maupun diluar sekolah, jadi kita
sebagai guru hrus bisa menguasai dan mengajak siswa untuk minat dalam belajar
dan harus banyak cara dalam mengatur bagaimana belajar dengan baik.
4. Siswa kurang respon
Pada pembelajaran seni tari khususnya dalam hal praktek siswa kurang respon
saat guru menyuruh siswa maju kedepan untuk mempraktikkan gerakan yang akan
diajarkan, siswa banyak mengalami hal yang namanya malu, serta saat proses
pembelajaran pun siswa hanya melihat, mendengar serta diam, tanpa ada respon apa
yang sudah dijelaskan.
5. Siswa kurang aktif
Seni tari lebih cenderung praktik, khususnya bagi siswa laki-laki kurang minat
untuk mempelajari, akan tetapi beda dengan siswa perempuan mereka lebih aktif
dalam hal praktek apalagi seni tari.
6. Siswa sulit diatur
Pada proses pembelajaran dengan guru seni budaya siswa sangat sulit diatur
dalam proses belajar mengajar, terutama saat guru menjelaskan materi yang paling
susah diatur hanyalah siswa laki-laki.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK