PENGEMBANGAN DIRI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA NEGERI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGEMBANGAN DIRI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA NEGERI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Nurmutia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206104030001

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Nurmutia. 2017. Pengembangan Diri Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri Di Kota Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:

(1) Drs. Abu Bakar, M.Si., (2) Nurbaity, S.Pd., M.Ed.


Kata Kunci : Guru BK, Pengembangan Diri

Sebagai seorang guru profesional guru BK diharuskan untuk melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan seperti mengikuti diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi atau keprofesian guru dengan melakukan pengembangan diri secara terus menerus (continuous improvement) melalui pelatihan, organisasi profesi, internet, buku, seminar dan semacamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat arah dari pengembangan diri guru BK dan hambatan pengembangan diri guru BK.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah guru BK tingkat SMA di Kota Banda Aceh yang berasal baik dari jurusan BK maupun Non-BK. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawancara.
Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan diri yang biasa dilakukan guru BK adalah mengikuti MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) secara rutin, pelatihan dari dinas dan seminar. Sedangkan mengikuti lokakarya, workshop, dan konferensi, tergabung dalam organisasi profesi BK, mengikuti berbagai grup diskusi tentang BK, dan membangun jaringan atau kerjasama antar profesi lain serta kegiatan mandiri lainnya masih jarang dilakukan. Untuk melanjutkan pendidikan (S2) dan mengikuti pendidikan profesi serta melakukan kegiatan penulisan atau publikasi ilmiah oleh guru BK bahkan belum dilakukan sama sekali. Hambatan guru BK dalam melakukan pengembangan diri berkaitan dengan faktor biaya, waktu, tempat fasilitas dan regulasi (peraturan yang ada). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka membantu pengembangan diri guru BK.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK