EKSISTENSI RAPA’I DABOIH DALAM NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DI GAMPONG BATU ITAM KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EKSISTENSI RAPA’I DABOIH DALAM NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DI GAMPONG BATU ITAM KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

Heru Yuliandi Miraza - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210101010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Rapa’i Daboih merupakan salah satu tari seni budaya yang memakai alat musik menyertai Rapa’i dan berada di Aceh Selatan. Geliat eksistensi dari Rapa’i Daboih di kalangan pemuda saat ini terasa pudar, hal ini dikarenakan kurangnya minat muda-mudi untuk terus meningkat dan melestarikan budaya lokal, terbentuklah Klub Rapa’i Daboih di Tapaktuan yaitu Klub Naga Selatan yang pada waktu itu para pemuka agama merasa risih akibat dengan munculnya budaya modern/asing. Sehingga alternatif mereka memunculkan kembali budaya lokal dan berpengaruh bagi nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui eksistensi Rapa’i Daboih di Tapaktuan khususnya Gampong Batu Itam dan Peranan Klub Naga Selatan dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal. Teori Fungsionalisme Struktural menganggap bahwa masyarakat sebuah kesatuan sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan dan saling menyatu untuk mencapai sebuah kesinambungan, Talcolt Parson yang dimulai dari empat fungsi penting, yaitu AGIL. Bahasan skema empat fungsi ini diperlukan semua sistem agar tetap bertahan fungsi tersebut Adaptation (Adaptasi), Goal Attainment (Pencapaian Tujuan), Integration (Integrasi), Latency (Latensi). Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang didapatkan eksistensi Rapa’i Daboih di Gampong Batu Itam untuk pelestarian budaya lokal, perlunya Klub Rapa’i Daboih supaya ada re-generasi dan mampu mengatasi pengaruh dari budaya luar/asing yang dapat merusak tatanan budaya lokal dan peranan Klub Naga Selatan sebagai Klub yang meneruskan dan mewariskan perkembangan seni Rapa’i Daboih di Gampong Batu Itam, Tapaktuan serta pemuda berperan sebagai pewaris generasi dalam menjaga kelestarian Rapa’i Daboih. Jadi perkembangan eksistensi Rapa’i Daboih juga perlunya intesitas kegiatan-kegiatan seni supaya penampilan eksistensi Rapa’i Daboih terus berjalan serta para pemuda bisa meningkatkan kekompakkan untuk mempelajari dan melatih tentang seni budaya lokal.
Kata kunci: Eksistensi, Rapa’i Daboih, dan Budaya Lokal



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK