PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK EDUKASI PERDAMAIAN (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS SAMUDRA, KOTA LANGSA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK EDUKASI PERDAMAIAN (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS SAMUDRA, KOTA LANGSA)


Pengarang

Bachtiar Akob - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309300050016

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Pendidikan IPS (S3) / PDDIKTI : 87001

Penerbit

Banda Aceh : Program Doktor Ilmu Pengetahuan Sosial., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

374.017

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masyarakat multikultur Aceh belum pada kondisi state of being peace akibat pergolakan masa lalu. Penelitian ini bertujuan menganalisis multikulturalisme dan edukasi perdamaian dalam proses kegiatan pembelajaran sejarah. Pertanyaan penelitian adalah: (1) bagaimana persepsi dosen dan mahasiswa terhadap nilai-nilai multikulturalisme, (2) bagaimana perencanaan pembelajaran sejarah berbasis nilai multikultural sebagai edukasi perdamaian, (3) bagaimana evaluasi pembelajaran sejarah berbasis nilai multikultural sebagai edukasi perdamaian, (4) bagaimana pelaksanaan pembelajarannya (5) bagaimana evaluasinya, dan (6) Bagaimana hambatannya.
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dengan desain embedded case study. Analisis data melalui dua paradigma, yakni: critical discourse analysis (CDA), dan interaktif. CDA berperan untuk menggali makna baik berasal dari teks pekerjaan dan makna yang diucapkan. Dengan landasan itu dapat diketahui pemikiran mereka.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Multikulturalisme dipandang dosen dan mahasiswa sebagai ideologi yang berpegang pada keberagaman etnisitas, etnoreligiusitas, dan etnokultural. (2) Sintak pembelajaran meliputi apersepsi, eksplorasi, elaborasi, konfirmasi, yang dalam proses kegiatan pembelajaran dibingkai dengan strategi ENACT (exploring, narrowing, analyzing, creating dan teaching). (3) Evaluasi meliputi aspek materi ajar dan penilaian diperoleh reratanya 4,58; penilaian sintak diperoleh reratanya 4,68; penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran diperoleh reratanya 4,65; penilaian evaluasi pembelajaran diperoleh reratanya 4,53; (4) Dalam pelaksanaan exploring dituntut penggalian data historis; proses penyempitan data pada narrowing menghasilkan tema bahasan baru yang lebih spesifik; analyzing adalah menganalisis tema bahasan baru secara mendalam; creating menemukan temuan argumentatif dari tema bahasan baru yang diuraikan dalam kertas kerja mereka; dan teaching adalah kompetensi mengartikulasikan temuan-temuan dalam forum di kelas (5) Ketercapaian ENACT menunjukkan adanya peningkatan kompetensi kognitif dan afektif, terutama kompetensi melihat realitas historis masyarakat Aceh yang multicultural, serta pemahaman pentingnya perdamanaian, dan; (6) Hambatan pembelajaran ini adalah keterbatasan sumber primer, kesulitan dalam menyempitkan tema bahasan menjadi tema bahasan baru, misalnya: ada kesamaan tema, kesulitan analisis baik berkaitan dengan teks dan konteks. Hambatan ini dibuktikan dari kuantitas mahasiswa yang memenuhi ancangan CDA yaitu sejumlah 30 mahasiswa serta temuan mahasiswa sejumlah enam temuan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK