Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARAKTERISTIK BERPIKIR INTUITIF SISWA KELOMPOK CATALYTIC INFERENCE DALAM PEMECAHAN MASALAH HIMPUNAN DI KELASVII SMP NEGERI 2 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2016/2017
Pengarang
Nadia Amalia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206103020090
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
372.69
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pembelajaran matematika disekolah tidak terlepas dari masalah-masalah yang berkenaan dengan pemahaman konsep matematika maupun aplikasinya. Sehingga matematika bukanlah bidang studi yang mudah bagi kebanyakan siswa. Pemecahan masalah matematika membutuhkan banyak solusi agar memperoleh hasil yang diinginkan, salah satunya dengan cara berpikir intuitif. Berpikir intuitif adalah berpikir dimana ide atau gagasan didapat tanpa melalui proses berpikir yang rasional, sehingga ide atau gagasan itu muncul saja dari dalam pikirannya tanpa kita ketahui dari mana asal pikiran itu. Salah satu materi yang diajarkan di SMP dalam pemecahan masalah adalah materi Himpunan, dengan mempelajari himpunan diharapkan kemampuan logika akan semakin terasah dan akan memacu siswa agar mampu berpikir secara logis, sehingga berpikir intuitif mampu membantu menentukan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai solusi suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik berpikir intuitif siswa kelompok Catalytic Inference. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Banda Aceh yang berjumlah 22 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes berbentuk essay dan wawancara. Tes dilakukan untuk mengetahui karakteristik berpikir intuitif siswa dalam pemecahan masalah himpunan, dan wawancara bertujuan untuk menelusuri lebih lanjut tentang alasan yang dikemukakan siswa terkait dengan jawaban yang siswa berikan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 2 Banda Aceh yang termasuk kelompok berpikir intuitif Catalytic Inference menyelesaikan masalah menggunakan materi himpunan secara langsung, singkat, kurang rinci atau tanpa uraian. Selain itu siswa Catalytic Inference tidak mampu memberikan alasan yang logis terhadap jawaban yang diberikannya.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUIPENDEKATAN METAKOGNITIF (Ainuna Fasha, 2016)
KEMAMPUAN BERPIKIR INTUITIF SISWA DALAM MENENTUKAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG KELAS VIII SMP INSHAFUDDIN BANDA ACEH (Fakrul Rizki, 2019)
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI SEGIEMPAT BERDASARKAN PEMECAHAN MASALAH POLYA DI SMP NEGERI 17 BANDA ACEH (SISWA, 2023)
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE THINKING ALOUD PAIRY PROBLEM SOLVING (TAPPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA (Khairun Nisa, 2023)
PROSES BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF-CONFIDENCE (YENNI FARNILA, 2021)