Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH FORMALIN TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOGENIK TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR
Pengarang
Hasyifa Dhalila - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1307101010034
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Formalin merupakan senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai bidang. Tingginya penyalahgunaan formalin sebagai bahan tambahan pangan dan paparan formalin dalam kehidupan sehari-hari dapat mengakibatkan dampak buruk, salah satunya adalah infertilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formalin terhadap penurunan jumlah sel spermatogenik tikus putih, yang menggambarkan terjadinya gangguan spermatogenesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only control group. Subjek penelitian ini adalah 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar dengan berat badan 180-200 gram yang diberi formalin dosis 1; 2,5; 5 mg/kgBB/hari/i.p selama 14 hari, kemudian diterminasi untuk pengambilan testis dan pembuatan preparat histologi. Pada pengamatan histologi testis, sel spermatogonia, sel spermatosit primer, dan sel spermatid dihitung jumlahnya dan dibandingkan antar perlakuan. Hasil perhitungan dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Jumlah rata-rata sel spermatogonia (P0: 291,50; P1:237,50; P2: 185,83; P3: 156,67), sel spermatosit primer (P0: 296,17; P1: 261,33; P2: 203,83; P3: 171,33), dan sel spermatid (P0: 722,67; P1: 663,67; P2: 385,00; P3: 287,83) mengalami penurunan dibandingkan dengan kontrol. Hasil uji ANOVA satu arah menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kontrol dengan perlakuan pemberian formalin. Hasil uji Beda Nyata Terkecil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) antar perlakuan. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian formalin dosis 1; 2,5; 5 mg/kgBB/hari/i.p selama 14 hari menyebabkan penurunan jumlah sel spermatogenik Rattus norvegicus strain Wistar.
Kata kunci: Formalin, sel spermatogenik, Rattus norvegicus
Tidak Tersedia Deskripsi
KADAR HEMOGLOBIN DAN JUMLAH ERITROSIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR SETELAH PEMBERIAN FORMALIN (Zea Ochtavia, 2017)
PENURUNAN JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR SETELAH PEMBERIAN FORMALIN (MELIA SESVA DINA, 2017)
PERSENTASE ABNORMALITAS SPERMATOZOA PADA DUA STRAIN TIKUS SPRAGUE DAWLEY DAN WISTAR (ROBI NOFRIA MISKA, S.KH, 2014)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ALBEDO SEMANGKA MERAH (CITRULLUS LANATUS) TERHADAP JUMLAH SEL-SEL SPERMATOGENIK TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) DIABETES MELITUS (ANNISA LATIFAH J, 2019)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) TERHADAP SEL LEYDIG PASCA DETORSIO TESTIS IPSILATERAL PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS)RNSTRAIN WISTAR (Isnanil Husna, 2014)