Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PINDAH PANAS PADA RUANG FERMENTASI BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DENGAN MENGGUNAKAN KOTAK KAYU DAN STYROFOAM
Pengarang
Fazzatul Rahmi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1205106010071
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian Negara. Indonesia Negara pemasok utama kakao dunia urutan ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun kakao Indonesia dianggap bermutu rendah karena masih sedikit petani yang melakukan fermentasi, disebabkan tidak berbedanya harga jual kakao yang difermentasi dan tidak difermentasi, harga kotak fermentasi yang mahal serta waktu fermentasi yang dianggap cukup lama, sehingga kebanyakan petani tidak melakukan fermentasi. Padahal proses fermentasi ini merupakan penanganan pasca panen untuk keberhasilan dalam meningkatkan kualitas biji kakao, sehingga perlukiranya penelitian yang dapat menyelesaikan masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan suhu selama proses fermentasi, mengetahui pengaruh bahan kotak (kayu dan styrofoam) terhadap perpindahan panas di dalam kotak fermentasi dan perpindahan panas dari dalam kotak fermentasi terhadap lingkungan luar.
Penelitian ini menggunakan buah kakao varietas lindak yang didapat dari petani Aceh Utara. Fermentasi biji kakao dilakukan selama 5 hari dengan menggunakan kotak kayu dan kotak styrofoam. Selanjutnya selama fermentasi berlangsung dilakukan pengambilan data dalam interval waktu 3 jam dengan menggunakan thermometer dan Hybrid Recorder serta Anemometer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kotak fermentasi kayu, suhu ideal fermentasi didapatkan pada hari ke-5, sedangkan kotak Styrofoam suhu ideal dihasilkan pada hari ke-3. Suhu maksimum yang didapatkan selama berjalannya fermentasi pada waktu 108 jam (hari ke-5) untuk kotak kayu dengan suhu 48°C dan pada kotak Styrofoam yaitu 52,5°C. Perpindahan panas total (Q) pada bahan kayu yaitu 444,1279W, pada bahan Styrofoam yaitu 76,1W. Hal ini disebabkan karena panas pada kotak kayu keluar lebih cepat, sehingga suhu pada proses fermentasi bisa lebih rendah dibandingkan menggunakan kotak styrofoam. Hasil fermentasi biji kakao dengan menggunakan kotak kayu didapatkan biji kakao yang bagus yaitu pada hari ke-5 fermentasi sedangkan untuk kotak Styrofoam pada hari ke-5 fermentasi didapatkan biji kakao yang berjamur.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH EKSTRAK BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS PADA BERBAGAI KONSENTRASI (Nurul Hafidhah, 2015)
KAJIAN SISTEM PENYIMPAN IKAN SEMENTARA PADA TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) (Muhammad Yusuf, 2013)
KAJIAN SISTEM PENYIMPAN IKAN SEMENTARA PADA TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) (MUHAMMAD YUSUF, 2025)
PERSENTASE KEHILANGAN BERAT PADAPENANGANAN PASCA PANEN MATA RANTAI PASOK KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DI KABUPATEN PIDIE (Teuku Fazaki, 2015)
PENGARUH CARA DAN INTERVAL WAKTU PENGADUKAN SELAMA PROSES FERMENTASI TERHADAP KUALITAS BIJI KAKAO (THEOBRAMA CACAO L.) (Azhari Suanda, 2013)