PENGARUH SUHU DAN UMUR PANEN TERHADAP MUTU TAUGE (PHASEOLUS RADIATES) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH SUHU DAN UMUR PANEN TERHADAP MUTU TAUGE (PHASEOLUS RADIATES) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN


Pengarang

CUT HOSPITA LISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205106010061

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

CUT HOSPITA LISA, 1205106010061. Pengaruh Suhu dan Umur Panen
Terhadap Mutu Tauge (Phaseolus radiates) Selama Penyimpanan Dingin. Di
bawah Bimbingan Bambang Sukarno Putra, S.TP, M.Si. Sebagai Pembimbing
Utama dan Dr. Ichwana, ST, MP Sebagai Pembimbing Anggota.
RINGKASAN
Masalah yang sering dihadapi para produsen sekaligus pedagang tauge
yaitu umur simpan yang tidak lebih dari 2 hari bila disimpan pada suhu ruang.
Tauge merupakan jenis sayuran yang mudah rusak atau berubah menjadi
kecoklatan bila disimpan terlalu lama. Hal ini mengakibatkan warna atau
penampilan menjadi tidak menarik sehingga, bagi penjual banyak mengalami
kerugian sebab para konsumen enggan membelinya dan harga jualnya semakin
murah. Pada umumnya kerusakan itu terjadi karena adanya pengaruh suhu,
kelembapan dan oksigen yang mempercepat terjadinya proses pencoklatan
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial
dengan 2 faktor yang diuji yaitu faktor pertama suhu terdiri atas 3 taraf yaitu suhu
penyimpanan 4?C, 7?C dan 30?C dan kedua yaitu faktor umur panen terdiri dari 3
taraf yaitu umur panen 3 hari, umur panen 5 hari dan umur panen 7 hari dengan
2 kali ulangan sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Parameter yang dianalisis
meliputi susut bobot (%), Total Padatan Terlarut (% Brix), vitamin C (%),
kalsium (%), COP, dan uji organoleptik meliputi warna, aroma dan penerimaan
keseluruhan yang diamati dua hari sekali hingga konsumen menolak.
Hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik tauge untuk parameter susut
bobot, total padatan terlarut selama penyimpanan 10 hari terdapat pada suhu 7?C
variasi umur panen 3 hari dengan persentase susut bobot 15.80%, total padatan
terlarut 10.2 % Brix, Vitamin C 1.76 mg, Kalsium 0,21 %, organoleptik warna
3,75, organoleptik aroma 3,55, organoleptik penerimaan keseluruhan 3,55. Hasil
perhitungan Menghitung Coefficient Of Performance (COP) menunjukkan bahwa
pada suhu7?C dengan nilai COP 2,45 paling tinggi nilainya dibandingkan suhu
4?C dan energi yang dilepaskan atau beban pendinginan yang harus didinginkan
oleh mesin pendingin pada suhu pendinginan 4?C paling besar yaitu 236,6 kJ.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK