KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE - WEARING COURSE (AC-WC) MENGGUNAKAN ABU PASIR ERUPSI GUNUNG BURNI TELONG BENER MERIAH DAN ABU BATU SEBAGAI FILLER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE - WEARING COURSE (AC-WC) MENGGUNAKAN ABU PASIR ERUPSI GUNUNG BURNI TELONG BENER MERIAH DAN ABU BATU SEBAGAI FILLER


Pengarang

Fajar Ramadhan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104101010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

625,85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan filler dalam campurn laston bertujuan untuk mengisi rongga sehingga meningkatnya kinerja campuran lapis atas AC-WC. Semen adalah salah satu material filler yang sudah standar. Filler non-standar seperti abu erupsi Gunung Burni Telong perlu dikaji kinerjanya sebagai alternatif filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik campuran aspal beton menggunakan abu pasir erupsi (APE) Gunung Burni Telong sebagai filler dan filler abu batu (AB) sebagai pembanding. Pengujian diawali dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis agregat, aspal penetrasi 60/70 dan filler. Pada penelitian ini digunakan sejumlah 30 buah benda uji standar berdiameter 10,16 cm dan tinggi 7,62 cm untuk mendapatkan kadar aspal optimum (KAO) yaitu 3 buah benda uji untuk masing-masing kadar aspal. Nilai KAO AB/APE (0%/100%) digunakan untuk pengujian mashall. Untuk pengujian karakteristik mengunakan variasi AB-APE masing-masing adalah AB/APE (75%/25%, 50%/50%, 25%/75%). Hasil penelitian menunjukan bahwa Campuran laston lapis aus dengan berbagai variasi filler AB dan APE (75/25, 50/50 dan 25/75) memenuhi persyaratan pengujian yaitu VIM (3%-5%), VMA (15%), VFA (65%), stabilitas (1000 kg), MQ (300 kg/mm), flow (2mm-4mm), density (2 gr/cm3). KAO AB adalah 5,5 % dan APE adalah 5,625%. KAO APE digunakan sebagai KAO benda uji dikarenakan APE adalah bahan kajian dalam penelitian ini, sedangkan AB hanya sebagai pembanding saja. Untuk variasi AB/APE (25/75) sangat bagus digunakan untuk campuran aspal beton dikarenakan memiliki stabiltas tertinggi dibandingkan dengan variasi lain yaitu 2370,42 kg dan durabiltas untuk campuran tersebut adalah 85,38%. Terjadi peningkatan stabilitas campuran akibat penambahan persentase filler APE pada pencampuran aspal. Campuran laston lapis aus (AC-WC) menggunakan filler gabungan APE dan AB untuk menerima beban tanpa mengalami perubahan bentuk tetap sehingga memenuhi persyaratan untuk dapat dipakai sebagai filler dalam AC-WC.
Kata kunci: Filler, abu pasir erupsi, Marshall, Asphalt Concrete – Wearing Course.

Penggunaan filler dalam campurn laston bertujuan untuk mengisi rongga sehingga meningkatnya kinerja campuran lapis atas AC-WC. Semen adalah salah satu material filler yang sudah standar. Filler non-standar seperti abu erupsi Gunung Burni Telong perlu dikaji kinerjanya sebagai alternatif filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik campuran aspal beton menggunakan abu pasir erupsi (APE) Gunung Burni Telong sebagai filler dan filler abu batu (AB) sebagai pembanding. Pengujian diawali dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis agregat, aspal penetrasi 60/70 dan filler. Pada penelitian ini digunakan sejumlah 30 buah benda uji standar berdiameter 10,16 cm dan tinggi 7,62 cm untuk mendapatkan kadar aspal optimum (KAO) yaitu 3 buah benda uji untuk masing-masing kadar aspal. Nilai KAO AB/APE (0%/100%) digunakan untuk pengujian mashall. Untuk pengujian karakteristik mengunakan variasi AB-APE masing-masing adalah AB/APE (75%/25%, 50%/50%, 25%/75%). Hasil penelitian menunjukan bahwa Campuran laston lapis aus dengan berbagai variasi filler AB dan APE (75/25, 50/50 dan 25/75) memenuhi persyaratan pengujian yaitu VIM (3%-5%), VMA (15%), VFA (65%), stabilitas (1000 kg), MQ (300 kg/mm), flow (2mm-4mm), density (2 gr/cm3). KAO AB adalah 5,5 % dan APE adalah 5,625%. KAO APE digunakan sebagai KAO benda uji dikarenakan APE adalah bahan kajian dalam penelitian ini, sedangkan AB hanya sebagai pembanding saja. Untuk variasi AB/APE (25/75) sangat bagus digunakan untuk campuran aspal beton dikarenakan memiliki stabiltas tertinggi dibandingkan dengan variasi lain yaitu 2370,42 kg dan durabiltas untuk campuran tersebut adalah 85,38%. Terjadi peningkatan stabilitas campuran akibat penambahan persentase filler APE pada pencampuran aspal. Campuran laston lapis aus (AC-WC) menggunakan filler gabungan APE dan AB untuk menerima beban tanpa mengalami perubahan bentuk tetap sehingga memenuhi persyaratan untuk dapat dipakai sebagai filler dalam AC-WC.
Kata kunci: Filler, abu pasir erupsi, Marshall, Asphalt Concrete – Wearing Course.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK