KARAKTERISASI DYE ALAMI DARI BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLRHIZUS) DAN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS LINNAEUS) SEBAGAI FOTOSENSITIZER DSSC (DYE SENSITIZED SOLAR CELL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KARAKTERISASI DYE ALAMI DARI BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLRHIZUS) DAN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS LINNAEUS) SEBAGAI FOTOSENSITIZER DSSC (DYE SENSITIZED SOLAR CELL)


Pengarang

NIKA PARWIN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1108102010007

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi dye alami dari buah naga merah
(Hylocereus polrhizus) dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas Linnaeus.). Penelitian ini
bertujuan untuk melihat bagaimana serapan cahaya dari kedua jenis pada kondisi
kering dan tidak dikeringkan. Dalam penelitian ini juga akan dilihat gugus fungsi dari
buah naga merah dan ubi jalar ungu. Keempat sampel diuji menggunakan
Spektrofotometer UV-Vis dan Spektroskopi FT-IR. Hasil pengujian UV-Vis
menunjukkan bahwa buah naga merah yang tidak dikeringkan menyerap cahaya pada
panjang gelombang 542 nm dengan rentang serapan 455-465 nm, sedangkan naga
merah yang dikeringkan menyerap cahaya pada panjang gelombang 459 nm dengan
rentang serapan 425-585 nm. Penyerapan cahaya pada ubi jalar ungu yang tidak
dikeringkan berada pada panjang gelombang 450 nm dan rentangnya berkisar 455-595 nm, sedangkan penyerapan cahaya pada ubi jalar ungu yang dikeringkan berada
pada panjang gelombang 539 nm dengan rentang 455-460 nm. Hasil tersebut
menunjukkan proses sebelum dan sesudah pengeringan berpengaruh terhadap nilai
lebar spektrum. Energi gap buah naga merah yang dikeringkan 2,06 eV, sedangkan
buah naga merah yang tidak dikeringkan 2,62 eV. Energi gap ubi jalar ungu yang
tidak dikeringkan 1,99 eV, sedangkan ubi jalar ungu yang dikeringkan 2,69 eV. Hasil
uji FT-IR dari keempat sampel menunjukkan adanya senyawa hidroksil (O-H) dan
karbonil (C=O) sehingga baik diterapkan pada DSSC. Dilihat dari rentang
serapannya, buah naga merah dalam keadaan kering paling baik digunakan sebagai
dye pada DSSC dibandingkan dengan sampel lain dalam penelitian ini.
Kata kunci : dye alami, DSSC, buah naga merah, ubi jalar ungu, serapan cahaya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK